Menu

Mode Gelap
Rembuk Stunting Desa Batang Bahas Konvergensi dan Perencanaan Pencegahan Stunting Tahun 2027 Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 15 Mei 2024 23:12 WIB ·

Kekhalifahan dan Reformasi Bumi Prof. Dr. Nurcholish Madjid


					Diskusi Kekhalifahan dan Reformasi Bumi Prof. Dr. Nurcholish Madjid, diselenggarakan Paramadina Institute of Ethics and Civilizations (PIEC), Selasa (14/05), di Jakarta. (Foto Dok.: Arief Tito) Perbesar

Diskusi Kekhalifahan dan Reformasi Bumi Prof. Dr. Nurcholish Madjid, diselenggarakan Paramadina Institute of Ethics and Civilizations (PIEC), Selasa (14/05), di Jakarta. (Foto Dok.: Arief Tito)

Padang Pariaman (Desa Merdeka) : Konsep kekhalifahan tentang ekologi yang diadopsi, dimana agama merupakan penyebab krisis lingkungan yang diungkapkan oleh teolog bernama Lim White. Hal ini kemudian banyak disanggah oleh teolog lain yang berpendapat bahwa krisis lingkungan terjadi karena ekosistem bukanlah agama.

Hal ini disampaikan oleh Budhy Munawar-Rachman, dalam diskusi yang diselenggarakan Paramadina Institute of Ethics and Civilizations (PIEC)  bertema “Isu-Isu Kontemporer Ekoteologi: Tafsir Atas Naskah Kalam Kekhalifahan dan Reformasi Bumi Prof. Dr. Nurcholish Madjid” yang diselenggarakan secara luring di Universitas Paramadina Cipayung pada Selasa (14/5/2024).

Budhy yang juga Direktur Paramadina Center for Religion and Philosophy ini  juga menyoroti bahwa Isu ekologi belum menjadi isu penting saat ini karena masih jarangnya pembicaraan mengenai krisis lingkungan di masjid-masjid. Saat ini belum ada komunitas yang bergairah dalam menulis mengenai ekologi Islam, dan muncul hanya karena tuntutan administratif semata.

“Saat ini masyarakat belum memiliki repons yang kuat mengenai ekologi. Sehingga harus dikembangkan, saya berharap  Universitas Paramadina juga bisa menjadi pioner kampus hijau,” ujarnya.

“Kalam dan sejarahnya, terutama pertumbuhannya yang dipicu oleh kemakmuran dan stabilitas politik di bawah pemerintahan Khalifah Harun al-Rasyid berfungsi sebagai cara untuk memperdebatkan dan membela doktrin Islam, seringkali dalam konteks dialog fiqih, falsafah dan tasawuf. Pertumbuhan kalam menyoroti sebagai bentuk menghadapi dan merespons berbagai tantangan intelektual, baik dari dalam maupun dari luar islam.” Imbuhnya.

“Sebenarnya kalam memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman dan penerapan ajaran islam dalam konteks sosial, politik dan lingkungan yang lebih luas,” tukas Budhy.

“Ekologi transformatif berisi tentang spiritualitas bumi atau ekologi, adanya ilmu pengetahuan tentang ekologi didasarkan adanya iman, ilmu, amal dalam pemikiran cak Nur. Dalam ekoteologi Cak Nur menawarkan perspektif yang mendalam dan transformatif secara menyeluruh tentang hubungan manusia dengan ciptaan dan penciptanya” tuturnya.

Ekoteologi tak hanya dari aspek biologis atau kimia, tetapi sebagai sebuah sistem yang kompleks dan dinamis dimana segala aspek kehidupan saling terkait keadilan, etika dan spiritualitas. Perlu keterlibatan aktif dari tiap individu untuk merenungkan bagaimana tindakan mereka dapat mempengaruhi dunia di sekitar mereka dan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada pemulihan dan pelestarian alam.

“Dengan ini ekoteologi Cak Nur mengajak tiap komunitas untuk tidak hanya terlibat dalam aktivitas pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam skala yang lebih besar,” pungkasnya.

Sumber : Arief Tito – Manajer Media dan Visual Universitas Paramadina.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Benteng Pendem Ambarawa Jadi Laboratorium Mitigasi Bencana Digital

19 Mei 2026 - 21:24 WIB

Investasi Gizi Anak Jaar Demi Masa Depan Barito Timur

18 Mei 2026 - 19:38 WIB

Siasat Asrama Mahyeldi: Solusi Adil Pendidikan Anak Desa

17 Mei 2026 - 01:33 WIB

Manajemen Proposal dan RAB Jadi Amunisi Baru TBM Desa di Merangin

16 Mei 2026 - 09:10 WIB

Mencetak Generasi Kritis: Investasi Karakter dari Akar Rumput

10 Mei 2026 - 21:25 WIB

Hardiknas di Wonosalam: Saat Aparat Patungan Demi Sepatu Siswa

7 Mei 2026 - 21:24 WIB

Trending di PENDIDIKAN