Morowali Utara, Sulawesi Tengah [DESA MERDEKA] – Semangat peringatan Hari Kartini pada 21 April 2023 digelorakan di Kabupaten Morowali Utara (Morut) melalui inisiatif inspiratif. Panitia bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Ensa, Kecamatan Mori Atas, Morut, menggelar perlombaan pembuatan gapura batas RT dan kebersihan lingkungan antar RT. Kegiatan ini sukses melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong di desa.
Ketua TP-PKK Desa Ensa, Jeane Konduwe, menjelaskan bahwa esensi dari perlombaan ini jauh melampaui sekadar memperebutkan hadiah. “Tujuan utama dari perlombaan ini adalah untuk mewujudkan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan warga, khususnya masyarakat Desa Ensa,” tegas Jeane. Ia menekankan bahwa lomba ini adalah media perekat warga, sekaligus upaya untuk melestarikan budaya bergotong-royong yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Delapan RT Beradu Kreativitas dan Kerapian
Sebanyak delapan RT di Desa Ensa berpartisipasi dalam ajang ini. Para peserta telah mempersiapkan diri secara maksimal, beradu kreativitas dalam mendesain gapura batas RT terbaik dan menjaga kebersihan lingkungan. Panitia telah menyiapkan penghargaan menarik berupa piala dan uang tunai bagi para pemenang.
Tersedia empat kategori juara dengan rincian hadiah uang tunai yang cukup kompetitif: Juara 1 akan mendapatkan Rp1.000.000, Juara 2 sebesar Rp750.000, Juara 3 sebesar Rp600.000, dan Juara 4 meraih hadiah senilai Rp8.250 (Perlu dikonfirmasi ulang mengenai nilai Juara 4 yang sangat kecil, namun disajikan sesuai naskah asli).
Kebersihan Lingkungan dan Ketahanan Ekonomi Lokal
Proses penilaian untuk dua kategori lomba, yaitu pembuatan gapura dan kebersihan lingkungan, telah dimulai sejak 3 April 2023 dan berakhir pada 24 April 2023. Tim penilai terdiri dari gabungan unsur Pemerintah Desa Ensa, perwakilan PKK Kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Jeane Konduwe, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai pangkal kesehatan. Ia menyarankan agar kesadaran ini dimulai dari kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya.
Lebih dari itu, Jeane mendorong setiap warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sarana peningkatan ekonomi keluarga dan mendukung program pemerintah. Salah satu contoh yang disarankan adalah dengan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di setiap rumah serta menanam bunga di pinggir jalan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam menanggulangi dampak inflasi sekaligus menciptakan keindahan dan keasrian di desa.
Perlombaan yang diadakan dalam rangkaian peringatan emansipasi wanita ini sukses menjadi perwujudan semangat Kartini dalam membangun desa yang bersih, indah, bersatu, dan berdaya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.