Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Apr 2026 19:27 WIB ·

Karateka Maluku Utara Siap Guncang Kejurnas dari Kayu Merah


					Karateka Maluku Utara Siap Guncang Kejurnas dari Kayu Merah Perbesar

Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] — Semangat karateka di Maluku Utara kian membara. Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Maluku Utara sukses menuntaskan perhelatan Seleksi Daerah (Selekda) tahun 2026. Ajang bergengsi yang berlangsung selama dua hari di Arena Futsal Waterboom, Kelurahan Kayu Merah, Ternate, pada Sabtu dan Minggu (11–12 April 2026) ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta lokal.
​Sebanyak 98 karateka dari berbagai penjuru Maluku Utara bertarung sengit demi memperebutkan tempat di skuad inti. Mereka nantinya akan menjadi representasi daerah dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala FORKI 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Langkah Menuju Pemusatan Latihan
​Wakil Ketua I FORKI Maluku Utara, Yusran Sanduan, menegaskan bahwa kemenangan di atas tatami Selekda barulah langkah awal. Para juara dari kategori Kata maupun Kumite tidak serta-merta berangkat ke Jawa Barat, melainkan wajib melewati fase krusial berikutnya.

​”Kami dari Pengurus Provinsi (Pengprov) FORKI Maluku Utara akan segera bersurat secara resmi kepada perguruan-perguruan yang atletnya berhasil meraih juara. Tujuannya jelas, agar mereka dipersiapkan secara intensif melalui pemusatan latihan atau Training Center (TC) sebelum bertolak ke Kejurnas di Soreang,” ungkap Yusran di sela-sela penutupan kegiatan.

Yusran juga mengapresiasi munculnya banyak bibit baru yang menunjukkan teknik luar biasa. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif bahwa pembinaan olahraga karate di Maluku Utara sedang berada di jalur yang benar dan berkembang sangat pesat.

Integritas Wasit dan Semangat Atlet
​Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari kepemimpinan perangkat pertandingan yang objektif. Yusran secara khusus menyampaikan apresiasi kepada jajaran wasit dan juri yang telah mengemban amanah dengan integritas tinggi, sehingga kompetisi berakhir tanpa kendala berarti.

Kepada para atlet yang belum berhasil menembus podium utama, Yusran memberikan pesan penyemangat. “Jangan berkecil hati apalagi kecewa. Kegagalan hari ini adalah bahan evaluasi untuk berlatih lebih keras lagi. Masa depan karate Maluku Utara ada di tangan kalian yang terus konsisten berlatih,” imbuhnya.

Babak Baru Pengprov FORKI Maluku Utara
​Senada dengan itu, Ketua Panitia Selekda, M. Djoyo Soekarno, memaparkan detail teknis kejuaraan. Ia menyebutkan bahwa Selekda kali ini diikuti oleh atlet dari delapan perguruan karate, ditambah perwakilan dari Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, dan Halmahera Utara.

Kategori yang dipertandingkan mencakup kelompok umur Kadet, Junior, dan U-21, baik untuk nomor Kumite (perkelahian) maupun Kata (jurus). Menariknya, Selekda ini merupakan gebrakan besar pertama dari jajaran pengurus baru Pengprov FORKI Maluku Utara pasca-Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) akhir tahun lalu.

​”Delapan perguruan anggota FORKI Maluku Utara telah mengirimkan putra-putri terbaiknya. Namun, kami garis bawahi, juara di seleksi ini adalah tiket menuju pembinaan lebih lanjut. Mereka akan digembleng dulu dalam TC. Hanya yang benar-benar siap secara fisik dan mental yang akan kami berangkatkan ke Soreang,” pungkas Djoyo dengan tegas.

Dengan rampungnya Selekda ini, kini mata publik karate Maluku Utara tertuju pada proses TC. Harapannya, “Bumi Moloku Kie Raha” mampu mengirimkan delegasi yang tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi mampu membawa pulang medali dari kancah nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 26: Menggali Potensi Kerajinan

16 April 2026 - 02:09 WIB

Seni Tari ITB: Potret Kontras Desa-Kota di Atas Panggung

11 April 2026 - 18:48 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 25: Pelatihan Kepemimpinan

6 April 2026 - 13:44 WIB

Bonerate: Pelabuhan Kecil yang Menjaga Nafas Mobilitas Kepulauan

4 April 2026 - 12:39 WIB

Vonis Bebas Amsal Sitepu: Kemenangan Nalar Kreatif di Desa

1 April 2026 - 20:55 WIB

Putra Desa Bumi Saruma Berebut Kursi Korps Bhayangkara

1 April 2026 - 14:10 WIB

Trending di RAGAM