Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 25 Mar 2025 13:55 WIB ·

Kapal Tacenting Balangan: Sayuran Segar Lawan Stunting!


					<em>Inovasi Kapal Tacenting di Desa Mangkayahu, </em>budidaya hidroponik untuk cegah stunting dan tingkatkan gizi anak. Perbesar

Inovasi Kapal Tacenting di Desa Mangkayahu, budidaya hidroponik untuk cegah stunting dan tingkatkan gizi anak.

Balangan [DESA MERDEKA] – Sebuah inovasi kreatif diluncurkan di Desa Mangkayahu, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sebagai upaya inovatif dalam mengatasi permasalahan stunting. Bernama unik “Kapal Tacenting” (Kumpulan Pelihara Tanaman Cegah Stunting), inisiatif ini memanfaatkan metode hidroponik untuk menyediakan sumber sayuran segar yang kaya nutrisi bagi anak-anak balita dan ibu hamil di desa tersebut.

Dita, sang inovator di balik Kapal Tacenting, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keprihatinannya terhadap kasus stunting yang masih ditemui di Desa Mangkayahu. “Melalui Kapal Tacenting, kami ingin memberikan solusi yang berkelanjutan. Anak-anak dan ibu hamil tidak hanya mendapatkan sayuran, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penanaman dan pemanenan sayuran hidroponik. Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan konsumsi sayuran segar dapat tumbuh sejak dini,” ujarnya pada Jumat (21/3/2025).

Dalam tiga bulan implementasinya, Kapal Tacenting telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Data dari posyandu setempat mencatat adanya peningkatan pertumbuhan yang signifikan pada anak-anak yang sebelumnya mengalami masalah gizi. Lebih dari sekadar penyedia nutrisi, Kapal Tacenting juga berfungsi sebagai sarana edukasi yang efektif bagi anak-anak dan orang tua mengenai betapa pentingnya mengonsumsi sayuran dan menerapkan pola makan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Reza, inovator lainnya yang turut mengembangkan Kapal Tacenting, menambahkan bahwa inovasi ini memberikan kemudahan bagi warga desa untuk mengakses sayuran segar yang terjamin kualitasnya dan bebas dari pestisida berbahaya. Lebih jauh lagi, hasil panen dari Kapal Tacenting juga memiliki potensi ekonomi. “Sayuran hidroponik yang dihasilkan tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dapat dijual ke desa-desa tetangga, sehingga secara tidak langsung juga meningkatkan perekonomian warga Desa Mangkayahu,” jelas Reza.

Reza juga menyoroti data posyandu yang menunjukkan perlunya intervensi lebih lanjut dalam mengatasi masalah gizi anak di Desa Mangkayahu. “Kapal Tacenting hadir sebagai jawaban atas tantangan ini, dengan pendekatan yang tidak hanya memberikan solusi nutrisi, tetapi juga edukatif dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya penuh harap.

Selain menyediakan pasokan sayuran segar yang berkelanjutan, inovasi Kapal Tacenting juga menyertakan program edukasi bagi orang tua mengenai cara pengolahan makanan sehat yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang ‘Isi Piringku’. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan Kapal Tacenting dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting di Desa Mangkayahu, Kabupaten Balangan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mengapa “Pakai Hati” Saja Tak Cukup Selamatkan Balita Stunting?

4 November 2026 - 18:31 WIB

Paradoks Penanganan Stunting: Militansi Organik Desa Melawan Ketimpangan Fiskal

29 Oktober 2026 - 18:00 WIB

WVI Latih 65 Ibu Muda Perkuat Kesehatan Anak Malaka

20 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Bom Waktu Kanker Serviks di Nagari Sumatera Barat

19 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting
Trending di KESEHATAN