Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 23 Feb 2026 16:54 WIB ·

Kades Randupitu: Kelola Sampah Mulai Dari Hulu Sekarang Juga


					Kades Randupitu: Kelola Sampah Mulai Dari Hulu Sekarang Juga Perbesar

Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Persoalan sampah di Indonesia telah mencapai titik yang mengkhawatirkan dengan angka timbulan mencapai 24,8 juta ton per tahun. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian krisis lingkungan ini tidak terletak pada teknologi pengolahan di hilir, melainkan pada revolusi kesadaran masyarakat di tingkat rumah tangga.

Dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Fuad menyoroti ketimpangan data nasional di mana hanya sekitar 32,55 persen sampah yang terkelola dengan baik. Menurutnya, secanggih apa pun sistem pengolahan yang dimiliki desa—termasuk konversi plastik menjadi bahan bakar—akan sia-sia jika hulu atau pola konsumsi masyarakat tidak berubah.

Bahaya Plastik dan Ancaman Kesehatan
Fuad yang dikenal memiliki hobi bermain catur ini menganalogikan pengelolaan sampah sebagai langkah strategis untuk masa depan. Ia memperingatkan bahwa plastik yang sulit terurai dapat berubah menjadi mikroplastik di perairan, masuk ke rantai makanan, dan akhirnya meracuni manusia.

“Membakar sampah sembarangan juga hanya memindahkan masalah karena asapnya mengandung zat beracun yang mencemari udara. Fokus utama kita harus pada pemilahan sampah organik dan anorganik langsung dari dapur,” ujar Fuad, Minggu (22/2/2026).

Kolaborasi Nasional Demi Indonesia ASRI
Peringatan HPSN 2026 sendiri merupakan refleksi kelam atas tragedi longsor TPA Leuwigajah tahun 2005. Dengan mengusung tema “Kolaborasi Aksi untuk Gerakan Nasional Indonesia ASRI” (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), pemerintah pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meminta adanya langkah luar biasa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Hanif menekankan bahwa keberadaban sebuah bangsa diukur dari kepeduliannya terhadap warisan alam. Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Desa Randupitu mengajak seluruh elemen warga untuk menjadikan tahun 2026 sebagai titik balik. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan diharapkan bukan lagi sekadar slogan, melainkan gaya hidup demi keberlanjutan hidup anak cucu di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Partisipasi Perempuan Bantarjaya Perkuat Fungsi Pengawasan Desa

29 April 2026 - 20:33 WIB

Jalan Baru Desa Sebongkuh: TNI dan Rakyat Bersatu

29 April 2026 - 04:10 WIB

Emas Hijau Nagari Lawang: Bambu Jadi Penyelamat Ekonomi Desa

28 April 2026 - 14:24 WIB

Kantor Desa Loleo Dibuka: Akhir Tirani Ketertutupan Anggaran

27 April 2026 - 16:54 WIB

Satu Kursi BPD Bantarjaya: Perempuan Mulai Ambil Kendali

26 April 2026 - 14:43 WIB

Jangan Salahkan Lahan: Masyarakatnya yang Tidur, Bukan Tanahnya!

25 April 2026 - 17:21 WIB

Trending di DESA