Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Jumat (19/12/2025) untuk memimpin langsung aksi kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar). Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, beserta jajaran Forkopimda.
Dalam kunjungan tersebut, Jusuf Kalla menegaskan komitmen PMI untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak melalui penyediaan kebutuhan dasar yang mendesak. PMI akan memprioritaskan penyaluran air bersih, perlengkapan perempuan dan anak, layanan kesehatan, hingga makanan.
“PMI hadir untuk menjalankan misi kemanusiaan, baik dalam masa tanggap darurat maupun tahap rehabilitasi. Kami fokus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi tanpa membedakan latar belakang,” tegas Jusuf Kalla saat berada di ruang VIP Bandara.
Tahapan Penanggulangan Bencana Menurut PMI
Jusuf Kalla menjelaskan bahwa penanggulangan bencana yang dilakukan PMI terbagi menjadi tiga fase strategis yang harus dijalankan secara terstruktur.
- Pencegahan dan Kesiapsiagaan: Upaya mitigasi sebelum bencana terjadi.
- Tanggap Darurat: Aksi cepat saat bencana untuk evakuasi dan pertolongan pertama.
- Rehabilitasi dan Rekonstruksi: Tahap pascabencana untuk mengembalikan kehidupan masyarakat.
“Ranah Minang adalah bagian dari hati saya. Kehadiran saya di sini adalah bentuk empati dan solidaritas. Semoga masyarakat Sumbar diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” tambah tokoh yang akrab disapa JK tersebut.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian besar tokoh nasional terhadap Sumbar. Ia mencatat bahwa perhatian pusat sangat tinggi, terbukti dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto sebanyak dua kali, yang kini disusul oleh kedatangan Jusuf Kalla.
“Perhatian besar ini memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan. Kehadiran Ketua Umum PMI menjadi dorongan moril yang sangat besar bagi warga kita,” ungkap Mahyeldi.
Berdasarkan agenda, JK dijadwalkan meninjau sejumlah titik terdampak, termasuk posko-posko PMI di wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Kondisi Terkini: 16 Daerah Terdampak
Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar, melaporkan data terbaru dari BPBD Sumbar bahwa bencana hidrometeorologi kali ini telah melanda 16 kabupaten dan kota. PMI telah menyiagakan posko-posko untuk menjalankan berbagai fungsi krusial:
- Evakuasi dan pertolongan pertama.
- Penyediaan dapur umum dan air bersih.
- Layanan medis serta pendampingan psikososial.
- Distribusi logistik yang terstruktur.
Koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan respons yang diberikan tepat sasaran dan mampu mempercepat proses pemulihan sosial ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.