Wonogiri, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Bagi Suwarno (50), warga Dusun Dungwot, perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 tahun ini bakal jadi momen yang paling sulit ia lupakan. Tanpa firasat apa pun, pria paruh baya ini sukses membawa pulang hadiah utama yang sangat tidak biasa untuk ukuran hadiah jalan sehat perkotaan: seekor kambing hidup.
Suwarno merupakan satu dari ribuan warga yang memadati Lapangan Sepak Bola Desa Ngadipiro, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri pada Minggu, 18 Agustus 2024. Mereka tumpah ruah mengikuti acara jalan sehat Ngadipiro bertabur doorprize yang digelar oleh Pemerintah Desa setempat.
Setelah sekian tahun vakum dari kegiatan massal, kerinduan warga Ngadipiro akan hiburan komunal tampak meledak. Sejak pagi, rute jalan santai yang dimulai dari lapangan desa menuju arah barat Dusun Dungbendo Timur dipenuhi lautan manusia.
Ketua Panitia, Aradea, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme ini menjadi angin segar untuk merekatkan kembali ikatan sosial antar-warga yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan sehari-hari.
“Antusiasme masyarakat di Desa Ngadipiro sangat tinggi, terbukti dengan dihadiri langsung ribuan orang. Bagus untuk menimbulkan kembali rasa nasionalisme,” ujar Aradea.
Selain jalan sehat, acara juga dimeriahkan dengan senam bersama.
Kemeriahan jalan sehat Ngadipiro ini tidak lepas dari kolaborasi apik. Pj Kepala Desa Ngadipiro, Widodo, membuka langsung acara ini bersama jajaran Forkopimcam, perangkat desa, serta mahasiswa KKN Undip Diponegoro Semarang yang sedang mengabdi di sana.
Widodo menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan acara. Bagi pihak desa, esensi utama dari berkumpulnya ribuan warga ini bukan sekadar berebut hadiah, melainkan merawat ruang hidup bersama yang rukun.
“Semoga kita selalu bisa menanamkan nilai-nilai proklamasi serta bisa selalu menghargai bangsa Indonesia,” pungkas Widodo seraya mengucapkan selamat kepada para warga yang beruntung mendapatkan hadiah seperti kulkas dan kambing.
Bagi masyarakat desa, hadiah seperti kambing jauh lebih bernilai praktis dan produktif daripada sekadar piala. Di tangan Suwarno, kambing hadiah kemerdekaan itu kini siap menjadi modal peternakan baru di Dusun Dungwot.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.