Bulukumba [DESA MERDEKA] – Perencanaan anggaran desa bukan lagi sekadar urusan bagi-bagi proyek fisik atau semen dan batu. Di Desa Batu Lohe, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, warga dan pemerintah desa sepakat menjadikan anggaran desa sebagai instrumen penyelamat masa depan generasi muda dan perbaikan ekonomi di akar rumput.
Dalam perencanaan strategis untuk tahun anggaran 2027, desa ini menaruh perhatian besar pada dua isu krusial yang berdampak langsung pada kehidupan warga: darurat pernikahan dini dan ancaman gagal panen komoditas unggulan warga.
Memutus Rantai Pernikahan Anak dan Stunting
Isu pernikahan usia anak menjadi salah satu topik paling hangat yang disorot oleh warga. Bukan tanpa alasan, pernikahan dini dinilai menjadi hulu dari berbagai persoalan sosial di desa, mulai dari putus sekolah, kemiskinan baru, hingga tingginya risiko anak lahir dalam kondisi stunting.
Melalui sinergi bersama penyuluh Keluarga Berencana (KB), tokoh adat, dan tokoh agama, Desa Batu Lohe sepakat memperkuat edukasi kesehatan reproduksi remaja dan pembinaan keluarga. Ke depan, intervensi anggaran akan diarahkan pada program pencegahan perkawinan anak secara sistematis. Langkah ini sekaligus disinkronkan dengan program kesehatan dari pemerintah kabupaten demi mengamankan masa depan remaja desa.
Jeritan Petani Kakao Direspons Desa
Di sektor riil, ketahanan pangan dan ekonomi warga Batu Lohe sedang diuji oleh penyakit tanaman. Kelompok tani setempat mengeluhkan fenomena buah kakao yang menghitam dan mengeras seperti batu saat mendekati masa panen. Masalah ini langsung memukul pendapatan mayoritas kepala keluarga di desa.
Merespons jeritan tersebut, forum sepakat memasukkan pelatihan khusus penanganan penyakit kakao ke dalam skala prioritas anggaran 2027.
Pendekatan ini dipilih agar dana desa hadir sebagai solusi nyata atas masalah konkret yang sedang dihadapi warga, bukan sekadar menjalankan program rutin tanpa dampak.
Mengejar Kemandirian Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Ketergantungan desa terhadap kucuran dana transfer pusat (APBN) dan daerah (APBD) juga mulai dikurangi secara perlahan. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bulukumba mendorong Pemdes Batu Lohe untuk menggenjot Pendapatan Asli Desa (PADes).
Strateginya adalah dengan mengelola lembaga ekonomi desa, seperti BUM Desa dan Koperasi Desa Merah Putih, secara profesional dan transparan. Lembaga-lembaga usaha milik desa ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja lokal dan menghasilkan pendapatan mandiri bagi desa.
Keseimbangan Layanan Dasar dan Infrastruktur Sekolah
Selain isu sosial dan ekonomi, aspirasi warga terkait fasilitas publik tetap diakomodasi secara proporsional. Sektor pendidikan mengusulkan pembangunan akses jalan yang layak menuju Madrasah Tsanawiyah (MTs) demi kenyamanan siswa. Sementara di sektor kesehatan, pembangunan pagar Puskesmas Pembantu (Pustu) diprioritaskan untuk menjamin keamanan fasilitas medis desa.
Melalui draf perencanaan baru ini, Desa Batu Lohe mencoba menunjukkan bahwa pembangunan desa yang berhasil adalah pembangunan yang seimbang: merawat infrastruktur fisik, menyelamatkan mata pencaharian warga, dan melindungi masa depan anak-anak mereka.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.