Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 12 Jul 2026 13:58 WIB ·

Menata Masa Depan dari Potensi Lokal: Strategi Gunung Rejo Menghadapi Era Anggaran Terbatas


					Menata Masa Depan dari Potensi Lokal: Strategi Gunung Rejo Menghadapi Era Anggaran Terbatas Perbesar

SINGOSARI—Ruang fiskal desa terus menyusut. Akibatnya, banyak pemerintah desa menyusun ulang strategi pembangunan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, Desa Gunung Rejo memilih menjawab tantangan itu dengan memperkuat potensi lokal sebagai fondasi kemandirian desa.

Pemerintah Desa Gunung Rejo menegaskan komitmen tersebut melalui Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027 yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026). Melalui forum itu, pemerintah desa menetapkan Musdes sebagai momentum untuk menuntaskan target tahun kedelapan RPJMDes. Selain itu, pemerintah desa menyusun skala prioritas pembangunan agar seluruh program tetap berjalan meskipun kapasitas anggaran menurun.

Musdes RKP Desa Gunungrejo 2027
Musdes RKP Desa 2027 Gunung Rejo membahas strategi menghadapi anggaran terbatas melalui penguatan PADesa.

Target RPJMDes di Tengah Anggaran yang Menyusut

Kepala Desa Gunung Rejo menjelaskan bahwa alokasi anggaran pada tahun terakhir RPJMDes hanya berkisar Rp370 juta. Oleh karena itu, pemerintah desa mengubah strategi pembangunan agar mampu menyesuaikan kondisi fiskal. Pemerintah desa juga mengurangi ketergantungan pada transfer anggaran dan terus menggali sumber pendapatan baru melalui potensi yang dimiliki desa.

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada APBDesa. Desa harus kreatif mencari sumber pendanaan melalui Pokok Pikiran DPRD, kerja sama antar desa melalui BKAD, dan yang paling penting meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADesa),” tegas Kepala Desa.

Selain itu, BPD Gunung Rejo mendukung langkah tersebut. BPD meminta pemerintah desa menyusun seluruh usulan pembangunan berdasarkan skala prioritas. Dengan demikian, pemerintah desa dapat mengarahkan anggaran pada program yang paling mendesak dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi Menjadi Kunci Perencanaan Desa

Kasi Pemerintahan Kecamatan Singosari membuka Musdes dengan mengajak seluruh unsur desa memperkuat kolaborasi. Menurutnya, pemerintah desa perlu menyusun perencanaan yang adaptif, mematuhi regulasi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan cara itu, setiap program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selanjutnya, Pendamping Desa Syeh Prabudi mengingatkan Tim Penyusun RKP Desa agar mengacu pada delapan prioritas penggunaan Dana Desa. Menurutnya, langkah tersebut akan menjaga efektivitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan pembangunan desa.

Di sisi lain, peserta Musdes tidak hanya membahas pembangunan fisik. Bidan Desa juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan stunting, menekan angka pernikahan usia dini, serta mengoptimalkan Posyandu Remaja dan Posyandu Jiwa. Dengan demikian, pemerintah desa dapat menyiapkan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

Menata Masa Depan dari Potensi Lokal: Strategi Gunung Rejo Menghadapi Era Anggaran Terbatas
Wisata Ledok Ombo menjadi potensi lokal Gunung Rejo untuk memperkuat ekonomi desa dan Pendapatan Asli Desa.

Melon Super dan Ledok Ombo Menjadi Mesin Ekonomi Baru

Pada akhirnya, forum menyepakati arah baru pembangunan ekonomi desa. Pemerintah Desa Gunung Rejo memilih budidaya Melon Super sebagai komoditas unggulan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang menjanjikan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Desa.

Selain sektor pertanian, pemerintah desa juga memfokuskan pengembangan wisata Ledok Ombo. Destinasi ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM, jasa, dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Dengan pengelolaan yang profesional, Ledok Ombo diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Strategi Gunung Rejo menghadapi era anggaran terbatas menunjukkan bahwa masa depan desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya Dana Desa. Kemandirian justru tumbuh ketika pemerintah desa mampu mengelola potensi lokal menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui Musdes RKP Desa 2027, Gunung Rejo mengirimkan pesan yang kuat kepada desa-desa lain. Keterbatasan anggaran tidak harus menghentikan pembangunan. Dengan kepemimpinan yang adaptif, kolaborasi masyarakat, dan keberanian mengembangkan potensi lokal, desa dapat membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Purwakarta Jadi Awal : Program Nasional Tingkatkan Peran BPD Seluruh Indonesia

12 Juli 2026 - 19:49 WIB

Lompatan Digital Desa Langlang: Dari Data Menjadi Kebijakan, Dari Krisis Menjadi Peluang

12 Juli 2026 - 19:17 WIB

Inovasi Tamanharjo: Kelola Dana Desa dengan Jujur dan Visioner

11 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi

9 Juli 2026 - 18:12 WIB

MA Tolak Kasasi, Kades Pemandang Riau Terancam Dipecat

8 Juli 2026 - 21:33 WIB

Inovasi Digital dan Lingkungan Desa Langlang Menuju 2027

8 Juli 2026 - 16:15 WIB

Transformasi Desa Langlang 2027
Trending di DESA