Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 16 Jul 2026 14:27 WIB ·

Asa Ketahanan Pangan dari Revitalisasi Embung Lowokjati


					Embung Lowokjati Desa Baturetno Singosari.sumber pengairan Desa Baturetno dan sekitarnya Perbesar

Embung Lowokjati Desa Baturetno Singosari.sumber pengairan Desa Baturetno dan sekitarnya

Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Hamparan air seluas 1,53 hektare itu tampak tenang di bawah langit Kecamatan Singosari. Di tengah genangannya, sebuah makam tua berdiri kukuh menjadi saksi bisu pasang surut kehidupan warga sekitar. Inilah Embung Lowokjati, sebuah oase di Desa Baturetno, Kabupaten Malang, yang bukan sekadar penampung air, melainkan urat nadi bagi hijau suburnya hamparan padi.

Bagi masyarakat perdesaan, ketahanan pangan bukanlah sekadar angka statistik di atas kertas dinas. Ia adalah kepastian air yang mengalir ke petak-petak sawah saat kemarau mencekik bumi. Sayangnya, musuh tak terlihat bernama sedimentasi perlahan tapi pasti terus menggerus daya tampung embung ini. Ketika lumpur menebal, asa petani ikut mendangkal.

Lebih dari Sekadar Pengairan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 1 Tahun 2024 tentang RTRW, Embung Lowokjati memegang status strategis lintas wilayah. Kapasitas maksimumnya yang mencapai 38.277 meter kubik menjadi tumpuan utama irigasi bagi 60 hektare sawah di Desa Baturetno dan Desa Dengkol.

Namun, fungsi Lowokjati tidak berhenti di batas pematang sawah. Saban sore, tempat ini berubah menjadi ruang sosial yang hidup. Ada warga yang datang melempar umpan pancing, anak-anak yang melepas tawa di ruang rekreasi, hingga para pesepeda yang menikmati rute sore desa.

Ironisnya, keindahan ini menyimpan kecemasan tahunan. Setiap musim kemarau tiba, volume air menyusut drastis akibat tumpukan sedimen. Aliran irigasi mengecil, memaksa petani bertaruh dengan nasib demi mempertahankan produktivitas lahan yang menjadi sumber penghidupan utama mereka.

Revitalisasi Embung Lowokjati3
Revitalisasi Embung Lowokjati: Selain Sebagai Ketahan Air Untuk pertanian,Gowes juga salah satu wisata yang bisa diangkat

Mengubah Paradigma, Menghentikan Lumpur
Selama ini, rumus baku yang digunakan untuk menyelamatkan embung adalah normalisasi lewat pengerukan berkala. Namun, cara ini ibarat mengobati gejala tanpa menyembuhkan penyakitnya. Anggaran daerah habis dikuras untuk mengeruk lumpur yang beberapa bulan kemudian akan kembali datang memenuhi dasar embung.

Embung Lowokjati terikat dalam sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, sehingga setiap langkah teknisnya mengacu pada evaluasi batimetri. Sadar bahwa pengerukan saja tidak akan pernah cukup, Pemerintah Desa Baturetno mulai menawarkan paradigma baru: menghentikan laju sedimentasi sejak dari pintu masuk.

Gagasan segar yang kini menggelinding adalah pembangunan kolam pengendap sedimen (sediment trap) tepat sebelum air memasuki badan utama embung. Logikanya sederhana namun presisi: biarkan material lumpur dan pasir terjebak di kolam penyaring, sehingga hanya air relatif bersih yang melenggang masuk ke dalam embung.

Langkah taktis ini tidak hanya memperpanjang umur layanan embung, tetapi juga menyelamatkan anggaran jangka panjang dari lingkaran setan proyek pengerukan yang berulang. Efisiensi ini kemudian bisa dialihkan untuk konservasi hulu melalui penghijauan tangkapan air dan pengendalian erosi tanah desa.

Revitalisasi embung lowokjati 2
Peta wilayah Embung Lowokjati Desa Baturetno Singosari

Investasi Masa Depan Pertanian Rakyat
Jika gagasan revitalisasi komprehensif ini terwujud, dampak dominonya akan mengubah wajah ekonomi desa. Ketersediaan air yang stabil sepanjang tahun membuka peluang emas bagi petani untuk meningkatkan intensitas tanam—dari yang semula hanya satu atau dua musim, menjadi tiga musim tanam dalam setahun. Sawah terus berproduksi, dapur petani tetap mengepul, dan lumbung pangan desa kian kokoh.

Di sisi lain, potensi ekonomi alternatif juga menanti untuk dipanen. Embung yang bersih dan tertata rapi dapat dikembangkan menjadi pusat budidaya perikanan air tawar lokal, ekowisata berbasis olahraga (gowes), hingga ruang terbuka hijau edukatif bagi generasi muda.

Kolaborasi Berbasis Data dari Akar Rumput
Langkah maju Desa Baturetno ini bukan bualan tanpa dasar. Visi ini berjalan beriringan dengan arah kebijakan nasional. Sebut saja Permendesa PDT Nomor 13 Tahun 2025 yang menekankan akurasi Pembangunan Berbasis Data melalui Sistem Informasi Desa, serta Permendesa PDT Nomor 16 Tahun 2025 yang memprioritaskan ketahanan pangan di tingkat desa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan kita semua bahwa 43 persen penduduk negeri ini bermukim di perdesaan, dan mayoritas menggantungkan hidup pada sektor agraris. Fakta ini menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak melulu soal megaproyek bendungan besar, melainkan juga tentang bagaimana kita merawat ribuan embung desa yang bersentuhan langsung dengan sawah rakyat.

Kini, masa depan Embung Lowokjati menanti uluran tangan kolektif. Dibutuhkan kerja sama erat dan sinergi tanpa sekat antara BBWS Brantas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Malang, pemerintah desa, akademisi, hingga komitmen masyarakat lokal.

Revitalisasi Embung Lowokjati bukan lagi sekadar urusan proyek fisik berupa semen dan batu. Ini adalah manifesto investasi jangka panjang untuk merawat ketersediaan air, melindungi peluh petani, dan membuktikan bahwa kedaulatan pangan sejati Indonesia sejatinya bermula dari ketangguhan sebuah desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ngadipiro Kepung Masalah Stunting Hingga Rumah Sehat

16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Desa Wisata Guranjhil Gandeng PNP Garap Promosi Bilingual

15 Juli 2026 - 13:42 WIB

Sertifikat Wakaf Gratis dan Efisiensi Dana Desa Pakubalaho

14 Juli 2026 - 12:50 WIB

KSP Tegaskan BPD Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

13 Juli 2026 - 17:00 WIB

Batu Lohe Kepung Pernikahan Dini dan Selamatkan Kakao

13 Juli 2026 - 12:52 WIB

Klampok: Dari Krisis Air Menuju Penyangga Ekonomi Digital

13 Juli 2026 - 07:13 WIB

Desa Kalmpok
Trending di DESA