Pontianak, Kalimantan Barat [DESA MERDEKA] – Kalimantan Barat adalah raksasa sumber daya. Dari kelapa sawit hingga bauksit, buminya menjanjikan kemakmuran. Namun, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap realitas yang kontras: lima kabupaten di wilayah ini masih terjebak dalam angka kemiskinan yang signifikan di tengah limpahan kekayaan alamnya.
Kabupaten Melawi menempati urutan pertama sebagai wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi, yakni mencapai 11,44 persen. Dengan populasi 235.025 jiwa, angka ini menjadi sinyal keras adanya tantangan ekonomi besar yang harus dihadapi warga di sana. Kondisi serupa membayangi Kabupaten Landak yang menyusul di posisi kedua dengan tingkat kemiskinan 10,01 persen.
Potensi Melimpah, Kesejahteraan Masih Tertunda
Masalah ini tidak hanya mendera wilayah berpopulasi kecil. Kabupaten Ketapang, yang memiliki penduduk lebih dari setengah juta jiwa, mencatatkan angka kemiskinan 9,39 persen. Hal ini menegaskan bahwa strategi ekonomi inklusif mendesak untuk segera diterapkan agar kekayaan daerah benar-benar menyentuh lapisan masyarakat terbawah.
Sementara itu, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Kapuas Hulu melengkapi daftar lima besar dengan angka masing-masing 9,04 persen dan 8,59 persen. Kapuas Hulu, yang selama ini dikenal dengan keindahan alam dan potensi kehutannya, menjadi bukti bahwa pesona alam saja tidak cukup tanpa program pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran.
Menagih Strategi Ekonomi yang Inklusif
Potensi sektor pertanian dan kehutanan yang menjadi tulang punggung masyarakat seharusnya menjadi modal kuat untuk berbenah. Data BPS tahun 2022 ini menjadi catatan kritis bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi apakah pengelolaan sumber daya seperti karet dan sawit sudah memberikan dampak nyata bagi penduduk di desa-desa.
Upaya pemerataan pembangunan kini menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda. Memaksimalkan kekayaan alam Kalimantan Barat untuk kesejahteraan masyarakat lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan agar “gemerlap” potensi bumi Khatulistiwa tidak sekadar menjadi cerita di balik angka statistik kemiskinan.
Satu kata lebih baik dari pada seribu kata yang belum Pasti


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.