Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 14 Nov 2025 07:18 WIB ·

IPB Juara 1 Inovasi Desa: Solusi Sampah Pasar Tegal


					IPB Juara 1 Inovasi Desa: Solusi Sampah Pasar Tegal Perbesar

IPB Raih Juara 1 & 3 Lomba Inovasi KKN Tegal dengan Teknologi Pengolahan Sampah Efektif

Tegal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Inovasi mahasiswa IPB University kembali mencuri perhatian dengan meraih prestasi gemilang di tingkat daerah. Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB berhasil menyabet Juara 1 dan Juara 3 dalam ajang bergengsi Lomba Inovasi KKN “Satu Desa Satu Inovasi” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Kemenangan ini membuktikan peran vital perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan desa.

Incinerator Skala Desa: Senjata Utama Atasi Tumpukan Sampah
Penghargaan Juara 1 diraih berkat inovasi cemerlang berupa penerapan Incinerator Skala Desa, sebuah teknologi tepat guna untuk pengolahan sampah. Inovasi ini dirancang khusus sebagai solusi mitigasi penumpukan sampah di lingkungan pasar desa.

Gagasan ini berawal dari keluhan mendasar warga setempat mengenai bau tidak sedap dan volume sampah yang kian menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Merespons masalah ini, tim KKN-T IPB menghadirkan teknologi incinerator yang menawarkan kemampuan luar biasa: mengubah satu ton sampah menjadi hanya sekitar 100 kilogram abu dalam waktu enam jam melalui proses pembakaran yang diklaim sempurna.

Nathania Aurellia Salsabila, perwakilan tim KKN-T IPB University, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa.

“Inovasi ini adalah langkah awal menuju sistem pengolahan sampah terpadu di desa. Keberlanjutan program ini sangat memerlukan dukungan penuh dari masyarakat agar pengelolaan sampah tetap berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tegas Nathania.

Kolaborasi BUMDes dan Bukti Pengabdian Nyata
Nathania membeberkan bahwa implementasi teknologi ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara mahasiswa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pemerintah desa setempat, mencakup aspek pendanaan hingga penerapan di lapangan. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi kunci keberhasilan program.

Dengan lolosnya dua tim IPB ke babak final dan bersaing ketat dengan empat universitas lain, capaian ini sekaligus menjadi penekanan bahwa KKN bukan sekadar tuntutan akademik semata, melainkan wadah yang efektif untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

Prestasi ini memperkuat komitmen bersama antara IPB University dan Pemerintah Kabupaten Tegal untuk terus memperkuat kerja sama dalam pengembangan inovasi desa berbasis riset dan teknologi tepat guna di masa depan. Kemenangan ini diharapkan menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk terus berkreasi dan memberikan dampak positif bagi pembangunan desa di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Trending di LINGKUNGAN