Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 9 Feb 2026 20:18 WIB ·

Huta Simarmata: Desa Kuno Samosir Menuju Cagar Budaya Nasional


					Huta Simarmata: Desa Kuno Samosir Menuju Cagar Budaya Nasional Perbesar

Samosir, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] Jauh sebelum paku ditemukan dalam industri konstruksi modern, leluhur masyarakat Batak Toba di Huta Simarmata sudah menguasai arsitektur tingkat tinggi. Kekayaan intelektual inilah yang membuat Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa permukiman adat di Desa Hariara Pohan, Kabupaten Samosir, ini sangat layak naik kelas menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Saat ini, Huta Simarmata masih berstatus cagar budaya tingkat kabupaten berdasarkan Keputusan Bupati Samosir Nomor 9 Tahun 2021. Namun, setelah meninjau langsung sisa-sisa peradaban di sana pada Senin (9/2/2026), Fadli Zon berkomitmen mendorong percepatan status nasional guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatannya bagi edukasi dunia.

“Di kampung ini masih terdapat rumah adat yang berusia lebih dari 300 tahun. Teknik pembangunannya tanpa paku, menunjukkan pengetahuan arsitektur tradisional yang sangat maju,” ungkap Fadli Zon.

Museum Terbuka Berusia Ratusan Tahun
Huta Simarmata bukan sekadar desa wisata, melainkan sebuah museum terbuka yang masih “hidup”. Kawasan ini mempertahankan struktur ruang tradisional Batak Toba yang autentik, lengkap dengan elemen pelindung dan simbol spiritual masa lalu.

Beberapa artefak raksasa yang menjadi sorotan utama antara lain:

  • Sarkofagus Batu Raksasa: Rekam jejak seni pahat ratusan tahun lalu yang menampilkan figur manusia jongkok dengan ekspresi wajah khas.
  • Rumah Adat (Sopo) Purba: Sekitar sepuluh unit rumah kayu kuno yang tetap kokoh meski dimakan usia.
  • Lesung Batu Komunal: Simbol tradisi agraris yang menunjukkan betapa kuatnya sistem gotong royong masyarakat Batak zaman dahulu.

Destinasi Belajar, Bukan Sekadar Swafoto
Sudut pandang out of the box yang dibawa Kementerian Kebudayaan adalah menggeser stigma destinasi wisata dari sekadar “pemandangan indah” menjadi “pusat pembelajaran sejarah”. Huta Simarmata menawarkan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk membedah cara hidup, hukum adat, dan teknologi masa lalu masyarakat Batak secara tatap muka.

“Datang ke sini bukan hanya untuk pemandangan, tetapi belajar sejarah dan cara hidup. Ini adalah sumber pembelajaran kebudayaan yang tiada duanya,” pungkas Fadli. Dengan status cagar budaya nasional nantinya, kawasan ini diharapkan mendapat perhatian lebih dalam aspek restorasi dan promosi internasional sebagai identitas kebanggaan Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Normalisasi BKG 30A Pebayuran Dongkrak Produktivitas Petani Bekasi

4 Maret 2026 - 13:24 WIB

Aplikasi Samsat Budiman Eror, Pengelola BUMDesa di Sragen Jadi Kurir

3 Maret 2026 - 13:50 WIB

Pertemuan Pengelola Samsat Budiman di Sekretariat Forum Bumdes Indonesia Sragen

Sinergi Aparat dan Warga Taklukkan Pohon Tumbang di Pebayuran

3 Maret 2026 - 12:51 WIB

Honor Kader Posyandu Bulolohe Macet, Bendahara Desa Menghilang

2 Maret 2026 - 18:09 WIB

Karangpaiton Buka Kartu: Digitalisasi Anggaran Desa Tahun 2026

2 Maret 2026 - 15:41 WIB

Warga Randupitu Servis Motor Gratis Persiapan Mudik Lebaran

23 Februari 2026 - 17:35 WIB

Trending di DESA