Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Suasana malam di Kota Ternate mendadak benderang oleh ribuan cahaya api pada Kamis malam, 5 Februari 2026. Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan untuk mengikuti Pawai Obor Ta’aruf dalam rangka menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Jaziratul Mulk 2026. Di antara derap langkah peserta, kehadiran Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Ternate mencuri perhatian sebagai simbol kuatnya pembauran dan harmoni antar-etnis di kota pusaka ini.
Wujud Penghormatan Adat dan Budaya
Keterlibatan masyarakat Minangkabau dalam kegiatan ini bukan sekadar partisipasi biasa. Ketua DPD IKM Kota Ternate, Erison, menegaskan bahwa kehadiran warga Minang merupakan wujud nyata dari komitmen kebersamaan dan rasa hormat terhadap adat budaya setempat.
”Keikutsertaan warga Minang dalam kegiatan ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap adat dan budaya di Ternate. IKM Kota Ternate berkomitmen untuk selalu hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap agenda yang digelar, baik oleh lembaga adat, Pemerintah Kota Ternate, maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” ujar Erison di sela-sela kemeriahan pawai.
Menurutnya, warga Minang di perantauan tidak hanya ingin berkontribusi di sektor ekonomi, tetapi juga ingin melebur secara emosional dan spiritual dalam kegiatan sosial-keagamaan yang menjadi napas kehidupan masyarakat Ternate.
Rute Napak Tilas Sejarah
Pawai yang dilepas langsung dari kompleks Kedaton Kesultanan Ternate ini menyuguhkan pemandangan yang heroik. Peserta menyusuri rute historis mulai dari Jalan Sultan M. Jabir Sjah, melewati Jati Land Mall, Kantor Wali Kota, hingga area PLN. Barisan pembawa obor kemudian berputar balik melalui Jalan Mononutu, Jalan Merdeka, dan Jalan Sultan Khairun, sebelum akhirnya kembali ke titik finis di Kedaton Sultan Ternate.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembukaan MTQ Jaziratul Mulk yang diinisiasi oleh Generasi Muda Sultan Baabullah (GEMUSBA) Kesultanan Ternate. Acara utama sendiri dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 9 Februari 2026 di area Kedaton.
Mempertegas Falsafah Adat Matoto Agama
Ketua Panitia MTQ Jaziratul Mulk 2026, Ismuulsujud Hidayat Sjah, menjelaskan bahwa kegiatan ini membawa misi besar untuk menghidupkan kembali tanggung jawab historis Kesultanan Ternate sebagai penjaga agama. Sejak Sultan Zainal Abidin menetapkan Islam sebagai dasar kesultanan pada akhir abad ke-15, Ternate telah menjadi pusat pengembangan kualitas umat.
”Pelaksanaan MTQ ini berlandaskan falsafah Adat Matoto Agama, Madasar Kitabullah, Majojoko Dalil Tifa se Dalil Moro. Maknanya, adat berlandaskan agama, dan agama bersumber dari Kitab Allah,” jelas Ismuulsujud yang juga menjabat sebagai Ketua Umum GEMUSBA.
Senada dengan semangat tersebut, partisipasi IKM Ternate seolah menjadi jembatan budaya yang mempertemukan filosofi Minangkabau—Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah—dengan nilai-nilai kearifan lokal Ternate.
Menuju Generasi Qur’ani
MTQ Jaziratul Mulk 2026 akan mempertandingkan berbagai cabang lomba, mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Hifzil Qur’an, hingga Kaligrafi. Ismuulsujud berharap ajang ini mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mengamalkan akhlak Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi paguyuban seperti IKM, MTQ Jaziratul Mulk 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan spiritualitas dan persatuan di Maluku Utara.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.