Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Di balik seragam tegas dan tugas berat menjaga keamanan, personel Polres Timor Tengah Utara (TTU) menunjukkan sisi humanis yang menyejukkan. Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama yang dijadwalkan pada Kamis (15/1/2026), pemandangan unik terlihat di tengah persiapan mereka: personel lintas agama tampak bahu-membahu berlatih lagu rohani.
Bukan sekadar geladi resik biasa, momen ini menjadi simbol “laboratorium toleransi” di instansi kepolisian. Partisipasi aktif seluruh personel, tanpa memandang latar belakang keyakinan, membuktikan bahwa perbedaan agama bukan sekat, melainkan kekayaan dalam korps baju cokelat tersebut.
Persiapan di Gereja Petra Kefamenanu
Kegiatan persiapan intensif ini dipusatkan di Gereja Petra Kefamenanu, Jalan Eltari Kilometer Empat. Seluruh jajaran Polres TTU antusias mengikuti setiap rangkaian geladi demi memastikan acara puncak berjalan khidmat.
Sudut pandang menariknya adalah bagaimana lagu rohani menjadi bahasa pemersatu. Personel beragama Islam, Hindu, maupun Budha di lingkungan Polres TTU turut memberikan dukungan penuh, menciptakan refleksi persatuan yang nyata di tengah masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara yang majemuk.
Manifestasi Polri Presisi dalam Keberagaman
Langkah ini dinilai sebagai wujud implementasi nyata dari prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Polres TTU memosisikan diri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak kerukunan antarumat beragama di perbatasan.
Semangat kebersamaan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni belaka. Dengan kuatnya ikatan internal lintas iman, Polres TTU optimis pelayanan kepada masyarakat akan semakin solid. Momentum Nataru 2026 ini menjadi pengingat bahwa keamanan wilayah berakar dari rasa persaudaraan yang tulus di antara para penjaganya.
Melalui perayaan yang akan digelar esok hari, institusi ini mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa di Kabupaten TTU, kerukunan adalah fondasi utama dalam menjaga kondusivitas daerah.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.