Lampung Selatan, Lampung [DESA MERDEKA] – Di tengah sorotan publik soal bantuan sosial yang kerap tumpang tindih, Pemerintah Desa Triharjo mengambil langkah berani dengan menerapkan seleksi super ketat. Melalui Musyawarah Desa (Musdes) Khusus, desa ini menetapkan hanya 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2025.
Langkah minimalis namun tajam ini diambil untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari Dana Desa benar-benar jatuh ke tangan warga yang masuk kategori “ekstrem” dalam kemiskinan. Penetapan yang berlangsung di Balai Desa Triharjo ini melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pendamping Desa guna menjamin transparansi absolut.
Kepala Desa Triharjo, Santoso, menekankan bahwa angka 10 orang tersebut adalah hasil dari proses filtrasi data yang panjang dan objektif. “Musyawarah ini bukan sekadar formalitas. Kami membedah data secara valid agar bantuan tidak menjadi ‘jatah’ rutin, melainkan solusi nyata bagi mereka yang paling membutuhkan,” tegas Santoso.
Keadilan Sosial Lewat Akurasi Data
Berbeda dengan pola bagi-bagi rata yang sering memicu konflik horizontal, Desa Triharjo memilih jalur objektivitas. Penyaluran BLT Dana Desa 2025 ini diposisikan sebagai instrumen pemulihan ekonomi masyarakat kurang mampu dengan kriteria yang sudah dipatok oleh pemerintah pusat.
Partisipasi aktif warga dalam Musdes ini juga berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial. Warga diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan masukan, sehingga proses penetapan penerima bantuan terbebas dari praktik nepotisme atau kepentingan sepihak.
Momentum Gotong Royong Membangun Desa
Selain penetapan KPM, Musdes Khusus ini menjadi refleksi bagi masyarakat Triharjo tentang pentingnya gotong royong dalam pembangunan kesejahteraan. Dengan ditetapkannya daftar penerima manfaat secara terbuka, diharapkan tidak ada lagi kecemburuan sosial di tingkat akar rumput.
Pemerintah Desa berkomitmen bahwa BLT bukan sekadar bantuan uang tunai, melainkan stimulus untuk meningkatkan kualitas hidup penerimanya. Melalui sistem yang transparan, Desa Triharjo berupaya membuktikan bahwa kebijakan skala desa pun bisa berjalan sangat profesional dan adil jika akurasi data menjadi panglima.

“Ketika kamu merasa sendiri dan tak ada yang peduli, ingatlah bahwa ada seseorang di luar sana yang begitu ingin memiliki hidup yang kamu jalani.”


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.