Sragen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, membawa misi “proteksionisme ekonomi desa” saat meresmikan pasar tradisional Desa Pengkok, Sragen, Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Gus Halim ini secara tegas meminta warga desa untuk sengaja memamerkan kesuksesan ekonomi mereka guna memicu persaingan positif antar-desa di seluruh Indonesia.
Gus Halim menekankan bahwa dana desa yang dialokasikan harus berdampak nyata pada dua aspek: pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun, poin paling menarik yang ia sampaikan adalah larangan tersirat bagi warga untuk membelanjakan uang di luar wilayah mereka sendiri jika barang yang dicari sudah tersedia di desa.
“Uang jika berputar terus di satu wilayah, itu tandanya kesejahteraan tinggi. Jangan sampai uang itu keluar. Selama barang bisa didapatkan di desa sendiri, jangan belanja di luar,” tegas peraih Doctor Honoris Causa dari UNY tersebut.
Pasar Pengkok: Kebangkitan Sang ‘Legenda’ yang Mati Suri
Pasar tradisional Desa Pengkok yang diresmikan ini sempat mengalami mati suri dalam waktu yang cukup lama. Melalui kucuran dana desa sebesar Rp130 juta pada tahun anggaran 2023, pasar ini dibangun kembali sebagai mesin penggerak ekonomi.
Kepala Desa Pengkok, Sugimin, berharap kembalinya pasar ini mampu mengembalikan masa kejayaan ekonomi desa. Unit usaha ini dikelola langsung di bawah bendera BUMDesa Amanah Pengkok yang status hukumnya telah resmi terdaftar di Kemenkumham. Untuk memperkuat napas bisnis baru ini, Kemendes PDTT juga menyuntikkan bantuan tambahan senilai Rp75 juta.
Motivasi Melalui ‘Pamer’ Prestasi
Sudut pandang Gus Halim cukup unik; ia tidak hanya ingin desa tumbuh dalam diam, tetapi harus berani bersuara di ruang publik. Narasi pertumbuhan ekonomi desa perlu dipublikasikan secara masif sebagai bukti konkret pemanfaatan potensi lokal dan dana desa yang efektif.
Langkah ini diharapkan menjadi strategi psikologis untuk memotivasi desa-desa lain agar tidak tertinggal. Peresmian ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah dan perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sragen, yang turut menyaksikan simbol kebangkitan ekonomi berbasis lokalisme ini.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.