Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

EKBIS · 5 Jan 2026 21:21 WIB ·

Gula Lempeng Tuasene: Dari Dapur Tradisional Menuju Pasar Ekspor


					UMKM Produksi Gula lempeng Tuasene bermerek Perbesar

UMKM Produksi Gula lempeng Tuasene bermerek

Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Siapa sangka, panganan sederhana dari pedalaman Nusa Tenggara Timur kini menjadi primadona di pasar internasional. Gula lempeng tradisional hasil produksi pengrajin Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), secara mengejutkan berhasil menembus pasar nasional hingga menjangkau konsumen di luar negeri.

Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari “perkawinan” antara kearifan lokal yang otentik dengan sentuhan sains modern. Produk yang selama ini hanya dikenal sebagai konsumsi lokal, kini naik kelas berkat konsistensi pengrajin dalam menjaga kemurnian bahan baku alami di tengah gempuran pemanis buatan di pasar modern.

Sentuhan Profesor di Balik Kemasan Lokal
Keberhasilan Gula Lempeng Tuasene tidak lepas dari keterlibatan tangan dingin para akademisi. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten TTS, Yerim Yos Fallo, mengungkapkan bahwa ada kolaborasi erat antara pengrajin desa dengan para pakar dari Universitas Brawijaya Malang dan Politeknik Negeri Kupang.

“Terima kasih saya sampaikan kepada para profesor dari Malang, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Kupang, serta tim pendamping seperti Ibu Hapsah dan Yanes Kevin Sae. Mereka telah berjasa membantu bapak dan mama pengrajin di Tuasene,” ujar Yerim melalui pesan singkat, Senin (5/1/2026).

Pendampingan ini fokus pada standarisasi kualitas, teknik pengemasan yang lebih menjual, hingga pembukaan akses jaringan pemasaran. Hasilnya, produk UMKM desa ini mampu memenuhi standar kualitas ekspor yang ketat.

Inspirasi Ekonomi Berbasis Desa
Fenomena Gula Lempeng Tuasene menjadi bukti nyata bahwa desa tidak harus meninggalkan tradisinya untuk maju. Justru dengan mempertahankan proses produksi tradisional yang dipadukan dengan manajemen usaha yang profesional, produk lokal memiliki nilai tawar yang sangat tinggi bagi konsumen global yang kini semakin memburu panganan alami (organic & natural food).

Yerim mendorong agar pemerintah daerah tidak berhenti sampai di sini. Ia menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dalam hal legalitas produk dan promosi yang lebih masif. Jika pola pendampingan seperti di Tuasene ini direplikasi pada produk unggulan lain di TTS, maka peningkatan kesejahteraan masyarakat desa bukan lagi sekadar impian.

Gula lempeng ini kini menjadi simbol kebangkitan UMKM Timor Tengah Selatan, membuktikan bahwa dari sebuah dusun kecil, manisnya ekonomi bisa dirasakan hingga ke mancanegara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Infrastruktur, Harta Karun Desa Kini Adalah Data Akurat

15 Januari 2026 - 07:41 WIB

Mendes Yandri: Desa Kini Bukan Penonton, Tapi Pemain Ekspor!

14 Januari 2026 - 11:10 WIB

Bukan Sekadar CPO, Sawit Kaltara Jadi Mesin Ekonomi UMKM

10 Januari 2026 - 19:58 WIB

Sertifikasi Halal: Senjata Baru Produk Sumbar Kuasai Pasar Dunia

9 Januari 2026 - 21:57 WIB

LPK Intan Bina Mandiri Tulungagung Resmi Dibuka Melalui Festival Hadroh

5 Januari 2026 - 00:20 WIB

KDEKS Padang: Mengembalikan Ekonomi pada Nilai dan Kearifan Lokal

30 Desember 2025 - 22:02 WIB

Trending di EKBIS