Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 5 Jan 2026 21:21 WIB ·

Gula Lempeng Tuasene: Dari Dapur Tradisional Menuju Pasar Ekspor


					UMKM Produksi Gula lempeng Tuasene bermerek Perbesar

UMKM Produksi Gula lempeng Tuasene bermerek

Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Siapa sangka, panganan sederhana dari pedalaman Nusa Tenggara Timur kini menjadi primadona di pasar internasional. Gula lempeng tradisional hasil produksi pengrajin Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), secara mengejutkan berhasil menembus pasar nasional hingga menjangkau konsumen di luar negeri.

Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari “perkawinan” antara kearifan lokal yang otentik dengan sentuhan sains modern. Produk yang selama ini hanya dikenal sebagai konsumsi lokal, kini naik kelas berkat konsistensi pengrajin dalam menjaga kemurnian bahan baku alami di tengah gempuran pemanis buatan di pasar modern.

Sentuhan Profesor di Balik Kemasan Lokal
Keberhasilan Gula Lempeng Tuasene tidak lepas dari keterlibatan tangan dingin para akademisi. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten TTS, Yerim Yos Fallo, mengungkapkan bahwa ada kolaborasi erat antara pengrajin desa dengan para pakar dari Universitas Brawijaya Malang dan Politeknik Negeri Kupang.

“Terima kasih saya sampaikan kepada para profesor dari Malang, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Kupang, serta tim pendamping seperti Ibu Hapsah dan Yanes Kevin Sae. Mereka telah berjasa membantu bapak dan mama pengrajin di Tuasene,” ujar Yerim melalui pesan singkat, Senin (5/1/2026).

Pendampingan ini fokus pada standarisasi kualitas, teknik pengemasan yang lebih menjual, hingga pembukaan akses jaringan pemasaran. Hasilnya, produk UMKM desa ini mampu memenuhi standar kualitas ekspor yang ketat.

Inspirasi Ekonomi Berbasis Desa
Fenomena Gula Lempeng Tuasene menjadi bukti nyata bahwa desa tidak harus meninggalkan tradisinya untuk maju. Justru dengan mempertahankan proses produksi tradisional yang dipadukan dengan manajemen usaha yang profesional, produk lokal memiliki nilai tawar yang sangat tinggi bagi konsumen global yang kini semakin memburu panganan alami (organic & natural food).

Yerim mendorong agar pemerintah daerah tidak berhenti sampai di sini. Ia menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dalam hal legalitas produk dan promosi yang lebih masif. Jika pola pendampingan seperti di Tuasene ini direplikasi pada produk unggulan lain di TTS, maka peningkatan kesejahteraan masyarakat desa bukan lagi sekadar impian.

Gula lempeng ini kini menjadi simbol kebangkitan UMKM Timor Tengah Selatan, membuktikan bahwa dari sebuah dusun kecil, manisnya ekonomi bisa dirasakan hingga ke mancanegara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 123 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS