Padang [DESA MERDEKA] – Kamarudin, seorang tokoh masyarakat (ninik mamak) di Kelok Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menyampaikan kondisi memprihatinkan. Sebanyak tiga kampung dan puluhan Kepala Keluarga (KK) di wilayah yang dekat dengan pusat kota itu belum menikmati penerangan listrik selama 33 tahun.
“Sudah 33 tahun kampung kami ini hidup dalam kegelapan, padahal lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Padang,” ungkap Kamarudin. Oleh karena itu, warga sangat berharap kepada Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk segera mengupayakan pemasangan jaringan listrik di kampung mereka.
Lebih lanjut, Kamarudin menceritakan bahwa sebagian warga berinisiatif menarik kabel listrik secara mandiri dari jalan raya menuju rumah mereka. Panjang bentangan kabel mencapai 600 meter, melintasi area persawahan, dan menggunakan tiang penyangga dari bambu. “Kami sangat khawatir dengan kondisi ini. Tiang bambu bisa rapuh atau patah sewaktu-waktu, sehingga kabel berpotensi menjuntai atau jatuh ke tanah. Bahayanya sangat besar, apalagi jika kabel terkelupas dan mengenai petani yang sedang bekerja di sawah,” jelas Kamarudin dengan nada khawatir.
Selain masalah listrik, Kamarudin juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan. Jalan di Kelok Kuranji memiliki panjang lebih dari 2 kilometer menuju Pasa Lalang dan melewati tiga kampung yang belum teraliri listrik. “Kami sangat berharap kepada Bapak Wali Kota Fadly Amran agar kampung kami ini bisa terang seperti kampung-kampung lain di Kota Padang,” ujarnya penuh harap.
Kamarudin menambahkan, mayoritas masyarakat di sepanjang jalan Kelok Kuranji hingga Pasa Lalang berprofesi sebagai petani, baik di ladang maupun di sawah. “Kami sangat berharap Pemerintah Kota Padang dapat mengalirkan listrik ke kampung kami. Dengan adanya penerangan jalan, para petani tidak akan terganggu lagi saat membawa hasil panen dari ladang dan sawah,” imbuhnya.
Terkait akses jalan, Kamarudin menjelaskan bahwa pelebaran jalan sebenarnya sudah dilakukan, bahkan masyarakat telah menghibahkan tanah mereka untuk proyek tersebut. Akan tetapi, hingga kini, jalan tersebut belum diaspal. Pengecoran beton baru dilakukan sepanjang sekitar tiga ratus meter. “Dari jalan yang sudah dibeton menuju kampung kami, kondisinya masih berupa jalan tanah yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Kami berharap Bapak Wali Kota Fadly Amran dapat mengaspal jalan kampung kami agar mobil bisa masuk untuk mengangkut hasil panen petani,” pungkasnya.(H)


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.