Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 6 Jun 2023 05:39 WIB ·

Ganjar Tantang 15 Ribu Kades Ubah Kemiskinan Jadi Inovasi


					Ganjar Tantang 15 Ribu Kades Ubah Kemiskinan Jadi Inovasi Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa tidak boleh lagi hanya menunggu instruksi, melainkan harus menjadi mesin pacu ekonomi yang mandiri. Pesan kuat ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di hadapan sekitar 15 ribu kepala desa dan perangkat desa se-Jawa Tengah dalam acara sarasehan besar di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Senin (5/6/2023).

Bukan sekadar kumpul-kumpul, Ganjar menekankan bahwa dana bantuan keuangan provinsi yang telah mencapai lebih dari Rp8 triliun sejak 2013—termasuk Rp1,7 triliun di tahun 2023—harus dikelola secara transparan dan berkualitas. Fokus utamanya adalah “berlari kencang” menghapus kemiskinan ekstrem dan menekan angka stunting melalui kolaborasi radikal.

Desa Digital: Dari Blank Spot Jadi Cuan
Sudut pandang menarik muncul saat Ganjar memamerkan kesuksesan Desa Sepakung, Kabupaten Semarang. Desa yang dulunya terisolasi dari sinyal internet ini berhasil melakukan lompatan besar dengan membeli bandwidth dari provider secara mandiri melalui Bumdes.

“Hari ini luar biasa, perkembangannya bagus, wisatawan datang banyak sekali,” ujar Ganjar. Inovasi desa digital ini membuktikan bahwa kreativitas perangkat desa mampu mengubah keterbatasan geografis menjadi potensi wisata dan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Strategi Kolaborasi: Melampaui Dana Desa
Menghadapi target percepatan kemiskinan ekstrem hingga September 2023, Ganjar menegaskan bahwa ketergantungan pada APBD atau Dana Desa saja tidak akan cukup. Ia mendorong para kades untuk membuka pintu lebar bagi partisipasi non-pemerintah.

“Ada Baznas, CSR, filantropi, atau kelompok masyarakat. Ada yang mau bantu jamban saja, air bersih saja, atau penanganan stunting. Partisipasi ini mesti kita buka,” tegasnya. Kolaborasi lintas sektor ini dianggap sebagai kunci utama di tengah keterbatasan kemampuan anggaran resmi pemerintah.

Kumpul Kades untuk Saling Tiru Inovasi
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menambahkan bahwa pertemuan masif ini bertujuan menyinkronkan data kemiskinan agar penanganannya tepat sasaran. Ganjar pun menginstruksikan agar inovasi-inovasi keren dari kades yang sudah berhasil segera diduplikasi oleh desa lain.

Targetnya jelas: mewujudkan Desa Mandiri. Dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi, Jawa Tengah optimistis bisa memulihkan angka kesejahteraan yang sempat merosot akibat dampak pandemi global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Karang Taruna Vakum: Pemuda Tempok Cari Sosok Motor Penggerak

1 Mei 2026 - 23:08 WIB

Sinergi Pintu Air: Cara Desa Slempit Merawat Harapan Tani

1 Mei 2026 - 21:09 WIB

Urus Surat Lewat WA: Revolusi Pelayanan Desa Panggung

1 Mei 2026 - 19:14 WIB

Simalungun Gaji Kepala Desa Berdasarkan Kinerja, BPD Jadi Penentu

1 Mei 2026 - 15:57 WIB

Partisipasi Perempuan Bantarjaya Perkuat Fungsi Pengawasan Desa

29 April 2026 - 20:33 WIB

Jalan Baru Desa Sebongkuh: TNI dan Rakyat Bersatu

29 April 2026 - 04:10 WIB

Trending di DESA