Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 29 Jul 2025 22:22 WIB ·

Gambir Limapuluh Kota Go Internasional: Petani Semringah!


					Gambir Limapuluh Kota Go Internasional: Petani Semringah! Perbesar

Limapuluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menjalin kolaborasi strategis dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumbar untuk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing komoditas gambir di Kabupaten Limapuluh Kota. Kerja sama ini diwujudkan melalui program bertajuk “Pendampingan Desa Devisa”, yang diharapkan menjadi solusi komprehensif bagi petani.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga mutu dan akses pasar ekspor bagi para petani gambir lokal. “Melalui program ini, para pelaku usaha gambir lokal diharapkan tidak hanya sekadar memproduksi, tapi juga mampu naik kelas menjadi eksportir yang kompetitif,” ujar Mahyeldi saat peluncuran program di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Selasa (29/7/2025). Targetnya jelas, petani gambir Limapuluh Kota harus mampu bersaing di kancah global.

Senada dengan Gubernur, Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani gambir, mengingat kontribusi signifikan daerah itu terhadap ekspor gambir nasional. “Sekitar 90 persen ekspor gambir Indonesia berasal dari Limapuluh Kota. Namun, manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan oleh para petani. Program ini menjadi momentum untuk mengubah itu,” tegas Safni. Data menunjukkan produksi gambir di Limapuluh Kota mencapai 9.000 ton per tahun, melibatkan sekitar 100.000 petani yang tersebar di 35 nagari di 8 dari total 13 kecamatan.

Mohammad Dody Fachrudin, Kepala Kanwil DJPb Sumbar, menjelaskan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pendekatan yang diterapkan bersifat menyeluruh, mencakup tiga lini penting: hulu, tengah, dan hilir. “Di hulu, kami fokus pada penguatan teknis produksi dan pengolahan; di lini tengah, pada penguatan kelembagaan dan kemitraan; serta di hilir, kami fasilitasi akses pembiayaan dan transformasi ke pasar global,” jelas Dody.

Kolaborasi ini juga bertujuan mengkonsolidasikan peran seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga desa, dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan berbasis potensi lokal. Dengan sinergi ini, diharapkan gambir Limapuluh Kota tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumbar Jajaki Peluang Investasi Korea Selatan untuk Kelola Sampah dan Kembangkan Energi Bersih

13 Agustus 2026 - 21:12 WIB

Cegah Stunting, Posyandu Mawar Balitata Kawal Tumbuh Kembang Balita

12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Menggarami Lautan Lunang: Kritik Perda Bencana & Siasat APBDes

12 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Trending di RAGAM