Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 28 Nov 2025 18:19 WIB ·

Galodo Malalak Agam: Mahyeldi Prioritaskan Korban dan Logistik Desa


					Galodo Malalak Agam: Mahyeldi Prioritaskan Korban dan Logistik Desa Perbesar

Dua Meninggal Akibat Galodo Malalak Agam, Gubernur Sumbar Mahyeldi Instruksikan Penanganan Darurat Desa

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Musibah banjir bandang (galodo) dan longsor kembali melanda kawasan Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bencana ini telah merenggut dua korban jiwa dan menyebabkan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, puluhan rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan parah.

Menanggapi kondisi darurat ini, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, langsung meninjau lokasi terdampak pada Kamis (27/11/2025). Dalam tinjauannya, Gubernur menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah terkait untuk memprioritaskan upaya penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

“Prioritas kita adalah penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dulu. Setelah itu baru penanganan lanjutan, kasihan masyarakat,” ujar Gubernur Mahyeldi dengan tegas, menekankan urgensi bantuan.

Layanan Darurat dan Kebutuhan Dasar Harus Segera Tersedia
Gubernur Mahyeldi meminta agar penanganan darurat segera direalisasikan di Nagari Malalak Timur. Penanganan ini meliputi penyediaan layanan kesehatan, pendistribusian bantuan logistik, serta pendirian posko pengungsian bagi warga yang rumahnya rusak.

Instruksi spesifik juga disampaikan untuk penyediaan pangan bagi para korban. “Pendirian dapur umum harus segera dilaksanakan. Saya minta malam ini, itu sudah ada,” tegas Mahyeldi, menunjukkan komitmennya agar kebutuhan pangan korban terpenuhi tanpa penundaan.

Bupati Agam, Benni Warlis, menjelaskan bahwa bencana longsor di lokasi tersebut merupakan kejadian berulang akibat intensitas hujan yang tinggi. Penanganan darurat sebenarnya sudah dilakukan sejak awal kejadian, termasuk pendistribusian selimut dan sembako. Namun, hujan lebat memicu longsor yang lebih besar, dan longsoran kedua inilah yang menimbulkan korban jiwa.

“Sebelumnya masih bisa kami tangani. Namun hujan lebat memicu longsor yang lebih besar. Longsoran kedua inilah yang menimbulkan dua korban jiwa dan satu orang masih dalam pencarian,” jelas Bupati Benni.

Dukungan Pemprov untuk Akses Jalan dan Pemulihan
Bupati Agam mengharapkan dukungan tambahan dari Pemerintah Provinsi Sumbar, terutama untuk percepatan pembukaan akses jalan desa yang terputus akibat longsoran material, serta penanganan warga yang masih terisolasi atau terdampak. Pemulihan akses jalan ini krusial untuk memastikan bantuan dan logistik dapat menjangkau seluruh titik di desa.

Dalam peninjauan ini, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh sejumlah Kepala OPD terkait di lingkup Pemprov Sumbar. Sebelumnya, rombongan juga telah meninjau lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman. Langkah cepat Pemprov ini menunjukkan fokus pemerintah daerah dalam merespons bencana alam demi keselamatan dan pemulihan masyarakat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjaga Hutan Lewat Tradisi Krapyak Saparan di Bonosari

24 Juli 2026 - 14:02 WIB

Merah Putih Bung Karno di Builaran, Berdayakan Ekonomi Kaum Marhaen

22 Juli 2026 - 17:51 WIB

Cahaya Lilin Rumah Sederhana yang Menghidupkan Batik Singosari

17 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kebangkitan Batik Singosari

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Trending di SOSBUD