Bogor [DESA MERDEKA] – Sempat ramai pemberitaan mengenai kasus kematian akibat gizi buruk yang dialami Ahmad Maulana (8) di Desa Pingku, Bogor. Namun, informasi terbaru mengungkap fakta berbeda. Kepala Desa Pingku, Mad Nawin, meluruskan kabar tersebut melalui sambungan telepon pada Senin (27/1/2025). Ia menyatakan bahwa Ahmad Maulana dan keluarganya kini berdomisili di Kampung Somang RT 002/003, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parung Panjang.
Kades Nawin menjelaskan bahwa keluarga Ahmad Maulana memang pernah tinggal di wilayah Desa Pingku. Namun, keluarga tersebut telah lama berpindah dan menetap di Desa Parungpanjang. Klarifikasi ini penting baginya untuk memastikan wilayah Desa Pingku terbebas dari stigma masalah gizi buruk dan stunting. “Saya bertanggung jawab penuh jika wilayah desa saya bebas dari gizi buruk,” tegas Kades Nawin.
Ahmad Maulana, yang sebelumnya didiagnosis mengalami gizi buruk, telah menerima penanganan medis intensif dari Puskesmas Parung Panjang. Ia diasuh oleh kakek dan neneknya, yang turut memberikan dukungan penuh selama proses perawatan. Ayah Ahmad, Jaenudin, membenarkan bahwa mereka tinggal di Kampung Somang dan selama ini menerima bantuan rutin berupa makanan tambahan, susu, serta sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari dari pemerintah desa setempat dan Puskesmas Parung Panjang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Parung Panjang dan Pemerintah Desa Parungpanjang atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan kepada anak kami,” ungkap Jaenudin dengan haru. Ia menambahkan bahwa bantuan yang diterima keluarganya mencakup dana dari desa untuk pembelian susu dan popok, serta modal usaha untuk membuka bengkel kecil-kecilan.
Bantuan tulus yang disalurkan oleh pemerintah desa dan Puskesmas Parungpanjang ini memberikan harapan baru bagi keluarga Ahmad Maulana. Kisah ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan gizi buruk pada anak-anak. Dukungan semacam ini diharapkan dapat menjangkau keluarga lain yang menghadapi tantangan serupa, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang menderita akibat kekurangan gizi di masa mendatang. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kesadaran terhadap gizi dan kesehatan anak sejak dini.
misru Ariyanto jurnalis desamerdeka, saat ini menjabat sekretaris parade Nusantara DPD kabupaten Bekasi


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.