Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 28 Jan 2025 12:31 WIB ·

Fakta Baru Gizi Buruk Bogor: Bukan Desa Pingku!


					Fakta Baru Gizi Buruk Bogor: Bukan Desa Pingku! Perbesar

Bogor [DESA MERDEKA] – Sempat ramai pemberitaan mengenai kasus kematian akibat gizi buruk yang dialami Ahmad Maulana (8) di Desa Pingku, Bogor. Namun, informasi terbaru mengungkap fakta berbeda. Kepala Desa Pingku, Mad Nawin, meluruskan kabar tersebut melalui sambungan telepon pada Senin (27/1/2025). Ia menyatakan bahwa Ahmad Maulana dan keluarganya kini berdomisili di Kampung Somang RT 002/003, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parung Panjang.

Kades Nawin menjelaskan bahwa keluarga Ahmad Maulana memang pernah tinggal di wilayah Desa Pingku. Namun, keluarga tersebut telah lama berpindah dan menetap di Desa Parungpanjang. Klarifikasi ini penting baginya untuk memastikan wilayah Desa Pingku terbebas dari stigma masalah gizi buruk dan stunting. “Saya bertanggung jawab penuh jika wilayah desa saya bebas dari gizi buruk,” tegas Kades Nawin.

Ahmad Maulana, yang sebelumnya didiagnosis mengalami gizi buruk, telah menerima penanganan medis intensif dari Puskesmas Parung Panjang. Ia diasuh oleh kakek dan neneknya, yang turut memberikan dukungan penuh selama proses perawatan. Ayah Ahmad, Jaenudin, membenarkan bahwa mereka tinggal di Kampung Somang dan selama ini menerima bantuan rutin berupa makanan tambahan, susu, serta sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari dari pemerintah desa setempat dan Puskesmas Parung Panjang.

“Kami sangat berterima kasih kepada Puskesmas Parung Panjang dan Pemerintah Desa Parungpanjang atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan kepada anak kami,” ungkap Jaenudin dengan haru. Ia menambahkan bahwa bantuan yang diterima keluarganya mencakup dana dari desa untuk pembelian susu dan popok, serta modal usaha untuk membuka bengkel kecil-kecilan.

Bantuan tulus yang disalurkan oleh pemerintah desa dan Puskesmas Parungpanjang ini memberikan harapan baru bagi keluarga Ahmad Maulana. Kisah ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan gizi buruk pada anak-anak. Dukungan semacam ini diharapkan dapat menjangkau keluarga lain yang menghadapi tantangan serupa, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang menderita akibat kekurangan gizi di masa mendatang. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kesadaran terhadap gizi dan kesehatan anak sejak dini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Trending di KABAR DESA