Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 24 Jan 2026 20:32 WIB ·

Fadli Zon Aktifkan Museum Syafe’i: Pionir Pendidikan Karakter Bangsa


					Fadli Zon Aktifkan Museum Syafe’i: Pionir Pendidikan Karakter Bangsa Perbesar

Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, resmi mengoperasikan Museum Mohammad Syafe’i INS Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (23/1/2026). Peresmian ini bukan sekadar seremoni pembukaan gedung, melainkan upaya “membangunkan” kembali pemikiran visioner Mohammad Syafe’i yang telah merintis sistem pendidikan berbasis seni dan karakter sejak seabad silam.

Fadli Zon menegaskan bahwa museum ini harus menjadi pusat literasi budaya yang strategis. Menurutnya, revitalisasi museum adalah bagian dari mandat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan demi memperkuat jati diri bangsa di kancah dunia.

“Melalui museum ini, kita mengenal sosok pendidik yang jauh melampaui zamannya. Mohammad Syafe’i sudah mengajarkan pendidikan berbasis karakter dan budaya sejak 100 tahun lalu, dan pemikiran itu masih sangat relevan dengan tantangan bangsa hari ini,” ujar Fadli Zon di lingkungan Institut Nasional Syafe’i (INS).

Bukan Sekadar Monumen Mati
Senada dengan Menteri, Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menekankan bahwa Museum Mohammad Syafe’i dilarang hanya menjadi “benda pajangan” atau monumen mati. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen menjadikan tempat ini sebagai ruang pembelajaran sejarah yang hidup bagi generasi muda (Gen Z dan Alpha).

Pengembangan museum ke depan akan difokuskan agar menjadi destinasi edukasi yang interaktif dan menarik. Pemprov Sumbar, melalui Dinas Kebudayaan, terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan Yayasan INS untuk memastikan fasilitas ini layak dipromosikan sebagai rujukan pendidikan nasional.

“Museum ini adalah ruang pembelajaran nilai perjuangan dan karakter. Kami siap mendukung agar museum ini menjadi rujukan utama literasi sejarah dan kebudayaan di Indonesia,” tegas Arry.

Sumbar Sebagai Episentrum Kebudayaan
Aktivasi museum ini diharapkan memperkokoh posisi Sumatera Barat sebagai episentrum kebudayaan dan pendidikan di Indonesia. Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti penyair nasional Taufiq Ismail dan perwakilan ahli waris dalam acara tersebut mempertegas pentingnya menjaga warisan intelektual Mohammad Syafe’i bagi masa depan peradaban.

Museum Mohammad Syafe’i kini resmi menjadi jendela bagi publik untuk menggali kembali akar pendidikan karakter yang menjadi fondasi kekuatan bangsa Indonesia.

Informasi SEO
Frasa Kunci Utama:

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM