Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, resmi mengoperasikan Museum Mohammad Syafe’i INS Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (23/1/2026). Peresmian ini bukan sekadar seremoni pembukaan gedung, melainkan upaya “membangunkan” kembali pemikiran visioner Mohammad Syafe’i yang telah merintis sistem pendidikan berbasis seni dan karakter sejak seabad silam.
Fadli Zon menegaskan bahwa museum ini harus menjadi pusat literasi budaya yang strategis. Menurutnya, revitalisasi museum adalah bagian dari mandat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan demi memperkuat jati diri bangsa di kancah dunia.
“Melalui museum ini, kita mengenal sosok pendidik yang jauh melampaui zamannya. Mohammad Syafe’i sudah mengajarkan pendidikan berbasis karakter dan budaya sejak 100 tahun lalu, dan pemikiran itu masih sangat relevan dengan tantangan bangsa hari ini,” ujar Fadli Zon di lingkungan Institut Nasional Syafe’i (INS).
Bukan Sekadar Monumen Mati
Senada dengan Menteri, Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menekankan bahwa Museum Mohammad Syafe’i dilarang hanya menjadi “benda pajangan” atau monumen mati. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen menjadikan tempat ini sebagai ruang pembelajaran sejarah yang hidup bagi generasi muda (Gen Z dan Alpha).
Pengembangan museum ke depan akan difokuskan agar menjadi destinasi edukasi yang interaktif dan menarik. Pemprov Sumbar, melalui Dinas Kebudayaan, terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan Yayasan INS untuk memastikan fasilitas ini layak dipromosikan sebagai rujukan pendidikan nasional.
“Museum ini adalah ruang pembelajaran nilai perjuangan dan karakter. Kami siap mendukung agar museum ini menjadi rujukan utama literasi sejarah dan kebudayaan di Indonesia,” tegas Arry.
Sumbar Sebagai Episentrum Kebudayaan
Aktivasi museum ini diharapkan memperkokoh posisi Sumatera Barat sebagai episentrum kebudayaan dan pendidikan di Indonesia. Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti penyair nasional Taufiq Ismail dan perwakilan ahli waris dalam acara tersebut mempertegas pentingnya menjaga warisan intelektual Mohammad Syafe’i bagi masa depan peradaban.
Museum Mohammad Syafe’i kini resmi menjadi jendela bagi publik untuk menggali kembali akar pendidikan karakter yang menjadi fondasi kekuatan bangsa Indonesia.
Informasi SEO
Frasa Kunci Utama:


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.