Demak, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak terus mengakselerasi program Speling (Dokter Spesialis Keliling) untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi warga di pelosok desa. Hingga pertengahan Desember 2025, program ini dilaporkan telah menjangkau 32 desa/kelurahan, atau sekitar 50 persen dari total 64 lokasi yang ditargetkan di seluruh wilayah Demak.
Ketua Tim Lanjutan Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkesda Demak, Muhammad Tamsir, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diadopsi untuk mendekatkan layanan rujukan langsung ke tengah masyarakat. Fokus utamanya adalah melayani wilayah yang secara geografis sulit menjangkau rumah sakit.
“Melalui Speling, warga dapat memperoleh konsultasi, pemeriksaan, serta skrining penyakit secara gratis. Fokus kami adalah upaya promotif, preventif, dan deteksi dini,” ujar Tamsir dalam sesi bincang-bincang di RSKW, Kamis (18/12/2025).

Fokus Skrining Penyakit Prioritas
Pelaksanaan Speling di Kabupaten Demak tidak hanya sekadar pemeriksaan umum, tetapi mencakup penanganan penyakit yang menjadi isu kesehatan nasional. Tim medis yang diterjunkan terdiri dari berbagai pakar, mulai dari Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Kandungan, Spesialis Anak, hingga Spesialis Mata.
Adapun layanan skrining yang diberikan meliputi:
- Penyakit Menular & Kronis: Pemeriksaan Tuberkulosis (TBC), kusta, serta pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah untuk hipertensi dan diabetes.
- Kesehatan Perempuan & Anak: Pemeriksaan IVA guna deteksi dini kanker serviks serta pemantauan gizi untuk mencegah stunting.
- Kesehatan Mental: Skrining kesehatan jiwa untuk memastikan kesejahteraan batin masyarakat.
Tamsir menekankan bahwa kehadiran dokter spesialis di desa-desa sangat krusial untuk memutus hambatan geografis yang selama ini membuat warga enggan memeriksakan diri ke rumah sakit.
Target dan Informasi Jadwal
Meskipun baru mencapai separuh dari target, Pemerintah Kabupaten Demak bersama mitra lintas sektor berkomitmen untuk menyelesaikan sisa 32 lokasi lainnya sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan logistik di lapangan.
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini, informasi mengenai jadwal pelaksanaan di setiap desa akan disebarluaskan secara berkala. “Informasi detail disampaikan melalui pemerintah desa, Puskesmas, kader kesehatan, hingga kanal resmi media sosial dan situs web Dinkesda Demak serta Pemprov Jateng,” pungkasnya.
Dengan berjalannya program ini, diharapkan angka deteksi dini penyakit di Kabupaten Demak meningkat signifikan, sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sebelum kondisi pasien memburuk.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.