Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program Sambang Desa. Program layanan jemput bola ini sukses menarik antusiasme ratusan warga dengan menjanjikan kemudahan pengurusan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) secara gratis dan langsung di lokasi.
Aktivitas terbaru ini dilaksanakan di MI Cokro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, pada Jumat (14/11/2025). Pelayanan ini mengusung tagline inovatif “Rp0,0 kilometer”, yang secara tegas menandakan bahwa seluruh layanan tidak dipungut biaya dan langsung mendekati wilayah tinggal masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Batang, Dwi Marendra, menjelaskan bahwa layanan ini mencakup spektrum Adminduk yang lengkap.
“Semua administrasi kependudukan dan pencatatan sipil itu gratis, tidak ada biaya. 0 kilometer artinya kami mendekatkan diri ke wilayah masyarakat,” kata Dwi Marendra.
Layanan Adminduk Lengkap: Dari KTP hingga KIA
Melalui program Sambang Desa, Disdukcapil memberikan layanan lengkap yang sangat dibutuhkan masyarakat, mulai dari penerbitan akta kelahiran, penerbitan dan pembaruan Kartu Keluarga (KK), perbaikan data, hingga perekaman serta pencetakan KTP elektronik (e-KTP). Layanan cetak ulang juga tersedia bagi warga yang memiliki KTP rusak atau tidak terbaca.
Selain itu, layanan juga mencakup penerbitan akta kematian yang dapat diproses langsung di lokasi. Disdukcapil juga memfasilitasi penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak-anak di bawah usia 17 tahun.
Antusiasme warga dalam memanfaatkan layanan ini dilaporkan meningkat signifikan. Dwi Marendra menyebut, pemohon tidak hanya berasal dari pelajar MI atau MTs Cokro, tetapi juga dari sekolah dan warga lain di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah antusias warga luar biasa, bukan hanya dari pelajar, tapi juga dari sekolah lain. Jumlahnya mencapai ratusan dalam satu hari,” tambahnya.
Akselerasi KIA Mendekati Target Nasional
Kepala Disdukcapil Batang, Yarsono, menambahkan bahwa layanan Disdukcapil menjadi salah satu stan paling ramai dikunjungi dalam acara Sambang Desa. Jumlah warga yang memanfaatkan pelayanan berkisar antara 200 hingga 500 orang per hari, tergantung lokasi kegiatan.
“Kalau lokasinya dekat sekolah seperti sekarang, bisa sampai 500 pemohon dalam satu hari,” ungkap Yarsono.
Yarsono juga menyinggung progres positif kepemilikan KIA di Kabupaten Batang. Hingga bulan November, realisasi kepemilikan KIA di Batang telah mencapai 61,5 persen, mendekati target pemerintah pusat sebesar 62 persen. Keberadaan program jemput bola ini dinilai penting untuk mempercepat akselerasi pemenuhan dokumen kependudukan.
Dokumen seperti KTP, KK, dan akta merupakan kebutuhan dasar yang wajib dimiliki masyarakat untuk mengakses berbagai layanan pemerintah. Oleh karena itu, kehadiran Disdukcapil di tengah masyarakat melalui program Sambang Desa ini menjadi upaya nyata Pemerintah Kabupaten Batang dalam mendekatkan dan memudahkan pelayanan publik hingga tingkat desa. Program Sambang Desa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.