Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Ada cara yang tak biasa dalam mengevaluasi kemajuan sebuah desa. Alih-alih hanya berkutat dengan tumpukan dokumen administrasi, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, memilih menyelami langsung denyut nadi inovasi melalui segelas Kopi Ceplus di Desa Lerep, Kabupaten Semarang.
Kopi ceplus, kuliner khas Desa Lerep yang menawarkan sensasi minum kopi pahit sembari mengunyah (diceplus) gula aren, menjadi simbol bagaimana potensi lokal mampu diubah menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi tinggi. Kunjungan yang berlangsung pada 21-23 Februari 2025 ini merupakan bagian dari penguatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014.

Inovasi Desa Bukan Sekadar Digitalisasi
Sudut pandang menarik dari kunjungan ini adalah penegasan bahwa inovasi desa tidak melulu soal aplikasi digital, melainkan pemeliharaan akar budaya. La Ode tidak hanya mencicipi kopi, tetapi juga terlibat aktif menari tari khas Lerep, menabuh gamelan, hingga ikut serta dalam tradisi gejluk lesung.
Kehadiran Dirjen di Desa Lerep dan Desa Banyubiru bertujuan untuk memantau langsung bagaimana desa-desa berprestasi ini mengelola potensi alam dan budaya mereka secara mandiri. Desa Lerep sendiri kini dikenal sebagai model desa yang sukses menghadirkan harmoni antara pariwisata, pelestarian budaya, dan pengelolaan produk alam.
Evaluasi Berbasis Pengalaman Langsung
Kementerian Dalam Negeri memandang bahwa pembinaan dan pengawasan (Binwas) yang efektif harus dilakukan dengan melihat kemampuan desa dalam berinovasi di lapangan. Desa-desa binaan ini diharapkan menjadi rujukan nasional dalam hal kemandirian ekonomi.
“Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi secara objektif bagaimana desa mengembangkan inovasi dari potensi yang mereka miliki,” jelas pihak kementerian melalui keterangan resminya.
Dengan merasakan langsung pengalaman menjadi “warga desa”, Dirjen Bina Pemdes mendapatkan gambaran utuh bahwa keberhasilan sebuah desa berprestasi terletak pada keterlibatan masyarakatnya dalam menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.