Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 23 Mar 2026 11:34 WIB ·

Diplomasi Ketupat: Strategi Mahyeldi Satukan Kepala Daerah Sumbar


					Diplomasi Ketupat: Strategi Mahyeldi Satukan Kepala Daerah Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Hari Raya Idulfitri 1447 H di Sumatera Barat tidak sekadar menjadi perayaan religi, tetapi juga panggung diplomasi tingkat tinggi. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, memanfaatkan tradisi open house di kediaman resminya sebagai instrumen untuk mencairkan sekat birokrasi dan memperkuat ukhuwah antara Pemerintah Provinsi dengan para bupati serta wali kota se-Sumbar, Minggu (22/3/2026).

Momentum ini menjadi titik krusial bagi Mahyeldi untuk menyatukan visi pembangunan daerah dalam suasana yang jauh dari kesan kaku. Setelah hari pertama dikhususkan bagi masyarakat umum, hari kedua ini menjadi ajang konsolidasi para pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan berbasis dinamika lapangan yang dibahas dalam kehangatan silaturahmi.

Meja Makan sebagai Ruang Diskusi Inklusif
Mahyeldi menegaskan bahwa open house adalah bagian dari budaya pemerintahan yang inklusif. Di sela-sela jamuan khas lebaran, para kepala daerah dari Solok, Pariaman, Sijunjung, hingga Pasaman Barat tampak berbincang akrab. Kehadiran mereka mencerminkan soliditas antarwilayah yang sering kali sulit dicapai di meja rapat formal kantor gubernuran.

“Silaturahmi ini penting untuk memahami dinamika di daerah. Ini adalah dasar kami dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan agar lebih tepat sasaran,” ujar Mahyeldi. Tradisi ini dipastikan akan terus berlanjut sebagai perekat kebersamaan antar-pemangku kebijakan di Sumatera Barat.

Daftar Kehadiran: Sinyal Harmonisasi Daerah
Sejumlah tokoh kunci terlihat hadir, memperlihatkan peta kekuatan koordinasi wilayah Sumbar:

  • Kelompok Kota: Wali Kota Solok, Pariaman, dan Padang Panjang.
  • Kelompok Kabupaten: Bupati Sijunjung, Agam, Padang Pariaman, Solok, Dharmasraya, hingga pucuk pimpinan Pasaman Barat.
  • Sektor Strategis: Sebelumnya, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN, dan perbankan juga telah hadir di hari pertama untuk memastikan sinergi ekonomi tetap terjaga.

Pertemuan ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan birokrasi, sentuhan personal melalui tradisi Idulfitri tetap menjadi cara paling efektif untuk menjaga persatuan. Semangat kebersamaan yang terpancar dari kediaman gubernur diharapkan mampu bertransformasi menjadi kerja sama nyata dalam membangun Sumatera Barat yang lebih kuat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kawal Transisi Desa, Camat Pebayuran Kumpulkan Pj Kades

29 September 2026 - 11:51 WIB

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Trending di KABAR PEMDA