Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Pelaksana Harian (Plh) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Malaka, Anderias Seran, menegaskan pentingnya kerja kolaboratif dan gotong royong antar instansi untuk menghapus angka stunting serta gizi buruk di 127 desa se-Kabupaten Malaka. Upaya ini juga ditujukan untuk meminimalisir risiko kematian ibu dan anak saat proses persalinan melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
Menurut Anderias, kunci keberhasilan penanganan stunting terletak pada pemberian makanan tambahan (PMT) yang disertai penyuluhan intensif kepada keluarga. Fokus utama edukasi adalah pengenalan menu makanan kaya protein, vitamin, dan karbohidrat yang memiliki nilai gizi seimbang bagi ibu dan anak.
Peran Strategis Kader KB dan Tenaga Kesehatan
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Dinas P2KB mengandalkan kader Keluarga Berencana (KB) yang tersebar di setiap desa. Para kader ini merupakan tenaga terlatih yang dibiayai langsung oleh dinas untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan (nakes) serta bidan desa.
“Kader KB kami bertugas memberikan penyuluhan berupa demo masak menu bergizi bagi ibu dan anak. Mereka adalah ujung tombak yang mengedukasi masyarakat secara langsung tentang pola makan sehat,” jelas Anderias Seran pada Selasa (16/12/2025).
Optimalisasi Dana Desa untuk Pemberdayaan SDM
Anderias juga menyoroti peran pemerintah desa dalam mengalokasikan anggaran. Ia menekankan agar Dana Desa lebih difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat, khususnya penanganan stunting dan kesejahteraan keluarga. Hal ini mencakup penyediaan fasilitas kesehatan yang layak serta dukungan penuh terhadap tenaga kesehatan desa yang berkompeten.
“Pemerintah desa harus memahami esensi dari pemberdayaan. Sumber daya manusia seperti nakes dan kader harus didukung, baik dari segi fasilitas pelayanan maupun jaminan kehidupannya. Mereka harus siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan, baik siang maupun malam,” tegasnya.
Dinas P2KB berharap terjalin komunikasi yang solid antara aparat desa dan instansi terkait guna memberikan dampak nyata bagi kesehatan rumah tangga di seluruh wilayah Malaka.
Program Unggul: Kampung KB hingga Sekolah Lansia
Selain fokus pada stunting, Dinas P2KB Kabupaten Malaka memiliki serangkaian program kerja strategis lainnya, antara lain:
- Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB): Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat akar rumput.
- Inovasi Pangan: Pembuatan jajanan khusus untuk anak stunting sebagai alternatif pemenuhan gizi.
- Sekolah Lansia: Program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia melalui pendidikan non-formal, seperti yang sukses dilaksanakan di Desa Kamanasa pada November 2025 lalu.
Melalui sinergi program-program tersebut, Pemerintah Kabupaten Malaka optimis dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan mandiri di masa depan.

Dedikasi dan Integritas pedoman Pelayanan


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.