Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah persaingan ketat ribuan desa di Jawa Barat, Desa Sukaraya dari Kecamatan Karangbahagia muncul sebagai anomali positif. Desa ini secara resmi dinobatkan sebagai desa berkinerja terbaik dalam ajang prestisius Anugerah Gapura Sri Baduga (AGSB) 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat. Prestasi ini menjadi kado istimewa dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang berlangsung di Plaza Pemkab Bekasi, Senin (19/1/2025).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, kepada Kepala Desa Sukaraya, Danu Sumarno. Kemenangan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas keberhasilan Desa Sukaraya dalam mentransformasi birokrasi desa menjadi lebih efisien dan inovatif.
Menyisihkan 5.311 Desa se-Jawa Barat
Perjalanan Desa Sukaraya menuju puncak tidaklah instan. Dari total 187 desa di Kabupaten Bekasi, Sukaraya berhasil menembus nominasi tiga besar. Langkahnya terus melaju ke tingkat provinsi, bersaing dengan sekitar 5.311 desa dari seluruh penjuru Jawa Barat. Hasilnya, Sukaraya sukses mengamankan posisi dalam sepuluh besar desa berkinerja terbaik.
“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Prestasi ini kami persembahkan untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi dan seluruh masyarakat Desa Sukaraya,” ujar Danu Sumarno penuh syukur.
Inspirasi Prabu Sri Baduga dalam Pelayanan Publik
AGSB sendiri merupakan instrumen evaluasi Provinsi Jawa Barat yang terinspirasi dari gaya kepemimpinan legendaris Prabu Sri Baduga Maharaja. Terdapat delapan aspek krusial yang menjadi parameter penilaian, mulai dari transparansi tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, hingga tingkat partisipasi warga.
Desa Sukaraya dinilai unggul karena mampu menyeimbangkan sektor pembangunan fisik dengan penguatan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Aspek keamanan dan ketertiban juga menjadi poin plus yang membuat desa ini layak menjadi prototipe pemerintahan tingkat akar rumput.
Ambisi Menjadi Percontohan Nasional
Capaian ini tidak membuat Danu Sumarno berpuas diri. Baginya, piala AGSB adalah titik awal untuk tantangan yang lebih besar. Ia bertekad menjadikan Desa Sukaraya sebagai standar baru atau benchmark bagi pemerintahan desa lainnya, khususnya di Kabupaten Bekasi.
“Kami bertekad menjadikan Desa Sukaraya sebagai contoh. Fokus ke depan adalah konsistensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat benar-benar merasakan dampak nyata dari tata kelola yang baik,” tegas Danu.
Dengan predikat sebagai desa berkinerja terbaik, Desa Sukaraya kini memikul tanggung jawab baru: membuktikan bahwa desa bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan mesin utama penggerak kesejahteraan masyarakat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.