Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Di tengah kecenderungan desa yang hanya mengandalkan kucuran dana dari pusat, Desa Air Bara di Bangka Selatan memilih jalur berbeda. Di bawah kepemimpinan Muklis Insan sejak 2018, desa ini secara radikal mengubah haluan: dari sekadar mengejar proyek infrastruktur fisik menjadi penguatan struktur ekonomi mandiri.
“Desa tidak boleh terus bergantung pada bantuan kabupaten dan pusat. Perubahan harus dimulai dari dalam desa itu sendiri,” tegas Kepala Desa Air Bara, Muklis Insan, SST, Kamis (5/2/2026). Filosofi ini menjadi motor penggerak dua periode kepemimpinannya yang berfokus pada keberlanjutan unit usaha produktif.
BUMDes sebagai ‘Mesin Uang’ Desa
Bukan sekadar formalitas, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Air Bara kini menjelma menjadi konglomerasi kecil di tingkat desa. Unit usaha yang dikelola sangat beragam, mulai dari perkebunan sawit, tambak ikan, peternakan ayam kampung, hingga distribusi LPG subsidi untuk warga.
Diversifikasi ini terbukti efektif meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang kini menyentuh angka sekitar Rp80 juta per tahun. Dana mandiri ini dialokasikan kembali secara fleksibel untuk program sosial, layanan publik, dan penguatan modal ekonomi warga tanpa harus menunggu birokrasi anggaran transfer yang kaku.
Integrasi Layanan Digital dan Prestasi Hukum
Kemandirian Air Bara juga terlihat dari kualitas pelayanan publiknya. Peresmian kantor desa baru pada 2023 bukan sekadar soal gedung, melainkan peluncuran pusat layanan digital. Terobosan paling mencolok adalah fasilitas pembuatan paspor secara terpusat di kantor desa, sebuah layanan yang jarang ditemukan di level pemerintahan desa.
Kualitas kepemimpinan Muklis pun diakui secara nasional melalui Paralegal Justice Award 2024. Penghargaan ini diberikan atas kemampuannya menyelesaikan sengketa warga melalui mekanisme perdamaian, yang secara tidak langsung menjaga stabilitas sosial sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi desa.
Wisata dan Sirkuit Nasional
Untuk membuka keran pendapatan baru, Air Bara mengeksploitasi potensi wisatanya secara cerdas. Sirkuit Katar kini menjadi langganan kejuaraan motocross tingkat nasional yang otomatis menghidupkan UMKM lokal. Selain itu, destinasi alam Air Tawas terus dikembangkan sebagai alternatif mata pencaharian warga agar tidak terpaku pada satu sektor saja.
Dengan struktur 6 dusun dan 14 RT, perencanaan di Air Bara dimulai dari unit sosial terkecil. Pendekatan ini memastikan setiap rupiah dari total anggaran Rp3,423 miliar tepat sasaran dan langsung menyentuh nadi kebutuhan masyarakat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.