Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 10 Jun 2023 19:50 WIB ·

Dana Desa Rp1 Miliar, Lahirkan Sentra Ekonomi Baru!


					<em>Sekretaris BPSDM Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Asnawi Sabil memberikan sambutan sekaligus membuka acara Diseminasi Sistem Pembelajaran Mandiri Masyarakat Melalui Dana Desa Untuk Mendukung Percepatan 
Pembangunan Ekonomi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmingrasi di Kantor Desa Pucungrejo Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah
Dengan Narasumber : 1. Penasehat Mendes PDTT Abdullah,  2. Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat Fujie Hartanto, Sabtu, 10 Juni 2023  Foto : Nugrah S. Humas Kemendes</em> Perbesar

Sekretaris BPSDM Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Asnawi Sabil memberikan sambutan sekaligus membuka acara Diseminasi Sistem Pembelajaran Mandiri Masyarakat Melalui Dana Desa Untuk Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmingrasi di Kantor Desa Pucungrejo Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah Dengan Narasumber : 1. Penasehat Mendes PDTT Abdullah, 2. Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat Fujie Hartanto, Sabtu, 10 Juni 2023 Foto : Nugrah S. Humas Kemendes

Magelang [DESA MERDEKA] – Pemanfaatan Dana Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) terbukti mampu menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru di berbagai daerah. Sekretaris BPSDM Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Asnawi Sabil, mengungkapkan hal ini saat berkunjung ke Kantor Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/6/2023). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyebarkan informasi mengenai sistem pembelajaran mandiri masyarakat melalui Dana Desa. Sistem ini diharapkan mendukung percepatan pembangunan ekonomi desa, daerah tertinggal, serta transmigrasi.Dalam kunjungan itu, Asnawi Sabil terkesan dengan Kantor Desa Pucungrejo. Kantor desa ini ternyata juga berfungsi sebagai Tempat Evakuasi Akhir (TEA) pengungsi Gunung Merapi dengan fasilitas lengkap. Hebatnya, pembangunan fasilitas tersebut berasal dari Dana Desa. “Ini berkat kreativitas seorang kepala desa dan patut menjadi inspirasi,” puji Asnawi.

Menurut Asnawi, fakta ini membuktikan bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan ruang afirmasi terhadap kearifan lokal. Selain itu, UU Desa juga membuka peluang eksistensi baru, salah satunya melalui BUM Desa. BUM Desa memiliki semangat besar dalam mengembangkan perekonomian desa. “Saat ini, BUM Desa bahkan mengelola tempat wisata yang menjadi sentra ekonomi baru. Ini adalah efek positif dari hadirnya UU Desa,” jelas Asnawi.

Lebih lanjut, Asnawi menerangkan bahwa UU Desa menjadi landasan hadirnya Dana Desa yang telah memberikan dampak besar. Dana Desa sebesar Rp1 miliar per tahun terbukti mampu menjadi pengungkit pengembangan ekonomi pedesaan. Oleh karena itu, Asnawi berharap agar alokasi Dana Desa dapat meningkat menjadi Rp5 miliar per desa di masa mendatang.

Asnawi menegaskan bahwa Kemendes PDTT selalu berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat melalui optimalisasi Dana Desa Rp1 miliar. “Kita menginginkan anggaran itu benar-benar mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya. Kemendes PDTT berharap agar Dana Desa Rp5 miliar dapat terealisasi. Dengan anggaran tersebut, semua kebutuhan desa, termasuk infrastruktur, dapat terpenuhi.

Asnawi meyakini bahwa desa mampu mengelola Dana Desa hingga Rp5 miliar. Keyakinan ini didasari oleh pemahaman kepala desa dan warga terhadap kondisi wilayah mereka. “Mudah-mudahan penggunaan Dana Desa ini semakin tepat sasaran demi kepentingan masyarakat desa,” imbuhnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Penasehat Mendes PDTT Abdullah, Kepala Pusat Pelatihan SDM Fujiartanto, Kepala BBPPM Yogyakarta Widarjanto, para Kepala Desa se-Kabupaten Magelang, serta para Pendamping Desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN