Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

BUMDes · 8 Feb 2026 04:42 WIB ·

Dana Desa Jadi Cuan: Desa Bakung Panen Melon Intanon


					Bupati Blitar Drs H.Rijanto MM saat memanen buah melon perdana di Desa Bakung, Udanawu, Blitar (FOTO: Istimewa) Perbesar

Bupati Blitar Drs H.Rijanto MM saat memanen buah melon perdana di Desa Bakung, Udanawu, Blitar (FOTO: Istimewa)

Blitar, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Bakung di Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, berhasil membuktikan bahwa Dana Desa bukan sekadar anggaran untuk semen dan aspal. Melalui BUM Desa Lancar Usaha Bakung, desa ini sukses menyulap lahan warga menjadi “pabrik” melon premium varietas Intanon dengan teknologi green house, Rabu (4/2/2026).

Langkah produktif ini didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp270 juta. Alokasi tersebut digunakan untuk membangun tiga unit green house di atas lahan sewa seluas 1.575 meter persegi. Menariknya, sistem sewa lahan ini memberikan keuntungan ekonomi instan bagi warga pemilik tanah sebelum hasil panen terjual.

Strategi Semi-Organik dan Teknologi Modern
Direktur BUM Desa Lancar Usaha Bakung, M. Ainul Huda Alhaq, menjelaskan bahwa pemilihan varietas Intanon dan sistem pemupukan semi-organik merupakan kunci kualitas. Penggunaan green house menjadi pembeda utama dari pertanian konvensional.

“Sistem ini memungkinkan kami mengendalikan cuaca dan hama secara optimal. Hasilnya, kualitas buah jauh lebih terjaga dengan produktivitas yang melampaui budidaya terbuka,” ujar Ainul, Sabtu (7/2/2026).

Analisis Bisnis: Potensi Pendapatan Ratusan Juta
Dari total 3.300 pohon yang tertanam, potensi produksi melon pada panen perdana ini diperkirakan mencapai 4 hingga 5 ton. Dengan harga pasar yang kompetitif di kisaran Rp18.000–Rp19.000 per kilogram, desa berpotensi meraup omzet hingga Rp95 juta dalam satu kali masa tanam.

Bupati dan Wakil Bupati Blitar yang hadir dalam panen tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi ekonomi ini. Kepala Desa Bakung, Muhammad Soib, menegaskan bahwa ini adalah tonggak awal kemandirian ekonomi desa. “Target kami, BUM Desa tumbuh sebagai unit usaha berkelanjutan yang menyumbang pendapatan asli desa (PADes) secara nyata,” jelasnya.

Menuju Sentra Melon Kabupaten Blitar
Keberhasilan Desa Bakung menjadi sinyal bagi desa-desa lain di Jawa Timur untuk beralih ke investasi ekonomi produktif. Tantangan ke depan kini tinggal membangun rantai pemasaran jangka panjang yang stabil. Jika dikelola secara konsisten, Desa Bakung diprediksi akan menjadi sentra melon berbasis BUM Desa yang disegani di Kabupaten Blitar, mengubah wajah desa dari penerima bantuan menjadi entitas bisnis yang mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Panen 1,3 Ton, BUMDesa Golo Kembangkan Jamur Kuping

29 Mei 2026 - 17:07 WIB

Mengail PAD Lewat Omzet Bisnis Gantangan Burung BUMDes

28 Mei 2026 - 11:16 WIB

Siasat Gagal BUMDes Lubuk Cuik Berujung Gadaikan Aset

18 Mei 2026 - 18:07 WIB

Siasat Kemendes Kepung Rentenir Lewat Koperasi Desa di NTT

17 Mei 2026 - 11:07 WIB

Embung Kampung Jadi Mesin Uang Desa Tanjung Meranti

16 Mei 2026 - 14:40 WIB

BUMDes Jiko Banau Cetak Uang Lewat Udang Vaname

16 Mei 2026 - 06:32 WIB

Trending di BUMDes