Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PENDIDIKAN · 11 Feb 2025 09:13 WIB ·

Cuan Segar Siswa Tuntang dari Racikan Kunyit Lemon


					Cuan Segar Siswa Tuntang dari Racikan Kunyit Lemon Perbesar

Tuntang, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Ruang kelas SMAN 1 Tuntang mendadak berubah menjadi laboratorium bisnis yang produktif. Bukan sekadar teori, para siswa kelas 10 di sekolah ini berhasil menyulap rempah Nusantara menjadi minuman kekinian: Kunyit Lemon. Lewat tangan kreatif generasi Z ini, kunyit yang identik dengan jamu tradisional naik kelas menjadi produk komersial yang laku terjual di lingkungan sekolah.

Langkah berani ini dimulai sejak awal Februari 2025 melalui ekstrakurikuler kewirausahaan setiap hari Kamis. Menariknya, produk ini lahir dari kolaborasi lintas generasi. Para siswa dibimbing langsung oleh Ibu Viena selaku guru pendamping dan Sus Mulyati, seorang pelaku UMKM berpengalaman di Kabupaten Semarang.

Belajar Bisnis Lewat Gelas Plastik
Bagi para siswa, ini adalah simulasi dunia kerja yang nyata. Mereka tidak hanya belajar cara mengupas dan mengolah rimpang kunyit agar tidak getir, tetapi juga belajar teknik pemasaran. Mela, salah satu siswa, menceritakan pengalamannya menjual produk tersebut langsung kepada para guru.

“Selain dapat ilmu baru, saya bisa langsung jualan ke guru-guru. Ini pengalaman berharga karena kami merasakan sendiri bagaimana rasanya menawarkan produk,” ujar Mela dengan antusias.

Kekuatan Rempah di Tangan Generasi Z
Kombinasi kunyit dan lemon dipilih karena memiliki nilai jual tinggi di pasar kesehatan (wellness). Produk alami tanpa pengawet ini menyasar tren gaya hidup sehat yang sedang digandrungi masyarakat. Kepala SMAN 1 Tuntang, Agus Setiyono, S.Pd., M.Pd.B.I., melihat hal ini sebagai cara cerdas menanamkan rasa cinta pada kekayaan lokal sejak dini.

“Kewirausahaan sangat penting untuk membekali siswa dengan keterampilan hidup. Kami ingin mereka mandiri, kreatif, dan bangga pada budaya Indonesia melalui produk yang mereka hasilkan sendiri,” tutur Agus.

Inspirasi untuk Ekonomi Kreatif
Keberhasilan ini membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi inkubator bisnis yang efektif. Dengan modal bahan lokal yang murah, para siswa mampu menciptakan nilai tambah (added value) yang tinggi. Gerakan ini diharapkan memicu sekolah lain untuk melakukan hal serupa, sehingga lahir wirausaha muda yang siap menyokong ekonomi kreatif di masa depan.

Kunyit lemon karya siswa Tuntang ini adalah bukti bahwa di tangan yang tepat, warisan nenek moyang bisa menjadi peluang bisnis yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Safari Ramadhan di Bonerate: Ketika Ruang Kelas Menjadi Ruang Silaturahmi

6 Maret 2026 - 09:43 WIB

Ramadhan 1447 H di Selayar: Hikayah Salsabila Gaungkan Cinta Al-Qur’an

4 Maret 2026 - 15:52 WIB

Safari Ramadan Baso: Muhidi Dorong Generasi Emas Anti-Putus Sekolah

4 Maret 2026 - 10:39 WIB

Di Ujung Kepulauan, Guru-Guru Merawat Cahaya Ramadhan

2 Maret 2026 - 03:54 WIB

Siswa SDN 01 Candimulyo Belajar Rawat Bahagia Lewat Tanaman

1 Maret 2026 - 12:27 WIB

Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Jejaring Pendidikan di Pasimarannu

28 Februari 2026 - 11:54 WIB

Trending di PENDIDIKAN