Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kawasan Jalan Sudirman, Kota Padang, kembali berdenyut pasca-Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi mengaktifkan kembali Car Free Day (CFD) pada Minggu (05/04/2026). Menariknya, ajang ini bukan sekadar panggung olahraga, melainkan mesin penggerak ekonomi yang mempertemukan produk UMKM lokal dengan ribuan pasang mata masyarakat.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa CFD adalah wadah produktif yang inklusif. Di sini, masyarakat tidak hanya berkeringat demi kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada perputaran uang melalui transaksi di lapak-lapak pelaku usaha kecil.

Efek Ganda: Sehat Raga, Kuat Ekonomi
Kehadiran CFD terbukti memberikan dampak ganda yang nyata. Sambil berjalan santai atau bersepeda, warga dapat langsung melihat dan membeli produk-produk kreatif serta kuliner khas. Strategi ini dinilai efektif mempercepat pemulihan ekonomi lokal melalui pasar kaget yang tertata di sepanjang jalur hijau tersebut.
“Di sini masyarakat bisa berolahraga sambil berbelanja. Sehingga putaran ekonomi juga meningkat,” ujar Mahyeldi di sela-sela kegiatannya bersama para kepala OPD Pemprov Sumbar. Dukungan pemerintah ini mempertegas posisi CFD sebagai ruang publik yang tidak hanya sehat, tapi juga fungsional secara finansial.
Magnet Wisatawan Antardaerah
Antusiasme CFD kali ini merambah hingga ke luar Kota Padang. Sulaiman, seorang warga asal Kabupaten Solok, mengaku sengaja menempuh perjalanan jauh demi menikmati suasana jalanan tanpa asap kendaraan di jantung ibu kota provinsi tersebut.
Bagi warga daerah seperti Sulaiman, CFD menjadi destinasi singkat yang nyaman untuk berjalan kaki sekaligus berburu produk UMKM. Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang publik yang dikelola dengan baik mampu menjadi magnet ekonomi yang menyatukan warga kota dan desa dalam satu ekosistem pasar yang cair dan menyenangkan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.