Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 12 Sep 2024 08:13 WIB ·

Cetak Laba dari Program Makanan Bergizi, BUMDes Perlukan Perencanaan Matang


					Cetak Laba dari Program Makanan Bergizi, BUMDes Perlukan Perencanaan Matang Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Pernah terpikirkan bagaimana sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa mendapatkan keuntungan dari program sosial seperti penyediaan makanan bergizi? Tatang Nurdian, seorang Tenaga Pendamping Desa Cinggawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, punya jawabannya. Melalui pengalamannya, ia menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang, BUMDes tidak hanya bisa menjalankan program ini, tetapi juga meraih keuntungan finansial yang cukup signifikan.

Tatang, yang juga merupakan seorang Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Sanggau, melalui ruang daring ruang cakap SDGs Desa, berbagi kisah suksesnya dalam mengelola program makanan bergizi bagi balita di desanya. Program ini didanai oleh pemerintah dan disalurkan melalui BUMDes.

“Kuncinya adalah perencanaan yang matang,” tegas Tatang. Ia menjelaskan bahwa sebelum memulai program, pihaknya melakukan pemetaan data balita yang membutuhkan asupan gizi tambahan. Data ini diperoleh dari Posyandu dan Dinas Kesehatan.

“Setelah data terkumpul, kami menyusun menu makanan yang bergizi dan seimbang, sesuai dengan rekomendasi ahli gizi,” lanjut Tatang. Menu ini kemudian dihitung biaya produksinya secara detail.

Strategi Bisnis BUMDes

Salah satu keunggulan program ini adalah adanya jaminan pembayaran dari pemerintah. “Semua pembayaran dilakukan secara non-tunai melalui sistem CMS (Cash Management System),” jelas Tatang. Hal ini membuat BUMDes memiliki kepastian arus kas yang stabil.

Selain itu, BUMDes juga bisa mengelola produksi makanan secara efisien. “Kami tidak perlu memasak setiap porsi secara terpisah,” kata Tatang. “Dengan jumlah balita yang cukup banyak, kami bisa memasak dalam jumlah besar dan membagi-bagikannya.”

Potensi Pengembangan

Tatang melihat potensi besar dari program ini untuk dikembangkan lebih lanjut. “Program makanan bergizi ini bisa menjadi model bisnis yang menarik bagi BUMDes lainnya,” ujarnya. Ia menyarankan agar BUMDes bisa bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menyediakan makanan siang bagi siswa.

“Dengan perencanaan yang baik, BUMDes tidak hanya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan pendapatan desa,” pungkas Tatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM