Cirebon, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Asem, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, punya cara unik untuk memastikan pesta demokrasi 2024 tidak sepi peminat. Memanfaatkan momen jalan santai peringatan HUT RI, mereka menyisipkan pesan penting: kesehatan fisik melalui olahraga harus sejalan dengan kesehatan demokrasi melalui partisipasi pemilih.
Ketua PPS Desa Asem, Ujang, menegaskan bahwa sosialisasi di tengah kerumunan massa seperti ini jauh lebih efektif daripada sekadar menunggu di kantor. Langkah ini diambil guna mengejar target partisipasi masyarakat agar berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari 2024 mendatang.
“Setiap ada kegiatan publik, kami hadir untuk sosialisasi. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya sehat badannya lewat jalan santai, tapi juga peduli pada hak suaranya,” ujar Ujang di sela-sela acara, Minggu (20/8/2023).
Antara Kulkas dan Surat Suara
Kegiatan jalan santai tersebut berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan warga. Atmosfer kompetisi sehat semakin terasa karena panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan rumah tangga seperti dispenser hingga hadiah utama berupa lemari es.
Namun, di balik riuhnya pembagian doorprize, tim PPS aktif mengingatkan warga untuk melakukan pengecekan data secara mandiri. Ujang meminta warga untuk proaktif memastikan nama mereka telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Masyarakat bisa mengecek langsung DPT yang kami tempel di balai desa atau melalui portal online. Jangan sampai hak pilih hilang hanya karena malas mengecek,” tambahnya. Menurutnya, partisipasi tinggi adalah indikator utama kesuksesan pesta demokrasi. Jika warga peduli, kualitas demokrasi secara otomatis akan meningkat.
Eratkan Silaturahmi Lewat Tradisi
Di sisi lain, perangkat desa setempat, Arip Rahman atau yang akrab disapa Pepeng, menilai bahwa integrasi antara hiburan dan sosialisasi politik adalah langkah yang positif. Baginya, jalan santai bukan sekadar ajang berburu hadiah, melainkan medium untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah desa.
“Kami ingin mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini hingga hari pencoblosan nanti,” ungkap Pepeng.
Dengan strategi “jemput bola” ini, Desa Asem membuktikan bahwa sosialisasi politik tidak harus kaku. Melalui jalan santai, pesan demokrasi masuk ke tengah masyarakat dengan cara yang jauh lebih lugas, renyah, dan menyenangkan.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.