Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 17 Feb 2025 12:52 WIB ·

Cahaya Literasi Menyala dari Halaman Madin At Taqwa Batang


					Cahaya Literasi Menyala dari Halaman Madin At Taqwa Batang Perbesar

Batang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Siapa bilang kreativitas menulis hanya milik kaum akademisi di kota besar? Di Batang, sebuah “revolusi sunyi” dalam bentuk literasi baru saja lahir dari tangan-tangan warga belajar PKBM Omah Sinau. Pada Sabtu (15/2/2025), halaman Madin At Taqwa menjadi saksi sejarah peluncuran buku bertajuk Cahaya Desa yang Tak Pernah Padam.

Buku ini bukan sekadar kumpulan kertas, melainkan manifestasi perlawanan terhadap batasan usia dan status sosial. Ditulis langsung oleh warga belajar, karya ini membuktikan bahwa setiap individu di pelosok desa memiliki narasi yang layak dibukukan. Kehadiran tokoh sastra dan pendidikan dalam peluncuran ini pun semakin mempertegas posisi tawar literasi desa di kancah nasional.

Penyerahan piagam penghargaan kepada penulis buku cahaya desa yang tak pernah padam

Menulis Sebagai Jalan Menuju Keabadian
Salah satu penulis, Faidhotul Ilmi, membagikan getaran semangatnya saat proses kreatif berlangsung. Baginya, menjadi bagian dari buku ini adalah sebuah pencapaian personal yang luar biasa. Semangat ini pun diamini oleh budayawan Ribut Achwandi yang hadir memberikan perspektif mendalam.

Menurut Ribut, menulis adalah cara manusia untuk “hidup” selamanya. “Orang sukses adalah mereka yang memiliki banyak cerita dan mampu membagikannya. Teruslah menulis, karena tulisan adalah bentuk keabadian kita,” ungkapnya di hadapan warga belajar yang antusias.

Memutus Rantai Buta Karya di Desa
Ketua Omah Sinau, Slamet Nurchamid, menjelaskan bahwa buku ini adalah langkah konkret untuk membangun budaya baca-tulis yang kuat di tingkat akar rumput. Harapannya, warga tidak lagi hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen pengetahuan.

Senada dengan itu, founder takselesai.com, H. Zaimudin Ahya, menekankan bahwa tulisan merupakan warisan intelektual yang paling berharga. Potensi menulis ada pada setiap orang, tinggal bagaimana lingkungan seperti PKBM Omah Sinau mampu memfasilitasi “bara” tersebut hingga menjadi cahaya yang menerangi desa.

Melalui momentum ini, Batang menunjukkan bahwa literasi desa adalah energi yang stabil. Selama warga masih mau menggoreskan pena, maka cahaya ilmu di desa tersebut dipastikan tidak akan pernah padam.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 236 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Dusun 2B Karang Sari Bangun Gapura Sambut HUT ke-81 RI, Semarakkan Desa HELAU

12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.

Ini, Cara Desa Langlang Pangkas Birokrasi Posyandu Lewat Genggaman

7 Agustus 2026 - 20:10 WIB

sigap melati

Ironi Dana Desa Imbanagara Raya Disunat Pusat 2026

7 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Trending di KABAR DESA