Batam, Kepulauan Riau [DESA MERDEKA] – Strategi pengiriman buku bacaan bermutu ke wilayah dengan tingkat literasi rendah mulai membuahkan hasil nyata. Di SD Negeri 003 Batu Aji, Batam, bantuan 1.670 eksemplar buku dari Kemendikbudristek berhasil mendongkrak skor literasi sekolah hingga mencapai angka fantastis 96,67 pada Asesmen Nasional 2023. Keberhasilan ini membuktikan bahwa akses terhadap bacaan yang tepat adalah kunci utama perubahan kualitas pendidikan.
Sekretaris Badan Bahasa, Hafidz Muksin, saat mengunjungi sekolah tersebut pada Kamis (29/2), menyatakan kebanggaannya melihat buku-buku tersebut tidak hanya disimpan, tetapi dikelola di pojok-pojok baca. “Pemanfaatan buku secara tepat sasaran seperti inilah yang diharapkan dari Merdeka Belajar Episode ke-23,” ujar Hafidz.
Transformasi Literasi Lewat Praktik Baik
Kesuksesan ini tidak muncul begitu saja. Kepala Sekolah SDN 003 Batu Aji, Sri Nurlelawati, bersama para guru menginisiasi berbagai program kreatif, mulai dari lomba mendongeng hingga tema literasi mingguan setiap Selasa. Dampaknya luar biasa; selain peningkatan wawasan siswa, sekolah ini juga berhasil mendapatkan penghargaan berupa BOS Kinerja berkat capaian literasi mereka.
Sutarya Aryaningsih, seorang Guru Penggerak, menceritakan bahwa buku-buku tersebut kini menjadi pilihan utama siswa saat jam istirahat. Bahkan, banyak siswa yang antusias meminjam buku untuk dibawa pulang. Salah satunya adalah Ismi Risfianti, siswa kelas 6 yang bercita-cita menjadi penulis setelah gemar membaca buku sejarah dan cerita rakyat yang tersedia di perpustakaan sekolah.
Komitmen Perluasan Akses 2024
Melihat dampak positif tersebut, pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan program ini. Setelah mendistribusikan 15,4 juta buku pada 2022 ke daerah 3T dan sekolah dengan literasi rendah, Kemendikbudristek berencana mengirimkan lebih dari 21 juta eksemplar buku bacaan bermutu pada tahun 2024 ini.
Langkah SDN 003 Batu Aji kini menjadi standar bagi sekolah-sekolah lain di Kepulauan Riau dan sekitarnya. Dengan sinergi antara bantuan pemerintah dan kreativitas guru di lapangan, benih literasi anak Indonesia diharapkan dapat tumbuh merata hingga ke pelosok negeri.

Jurnalis Desa harus siap berkontribusi untuk perkembangan Desa,memberikan informasi yang ada di Desa melalui tulisan atau gambar bahkan berupa video,mulai dari artikel sampai dengan pemberitaan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.