Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PENDIDIKAN · 16 Feb 2025 04:49 WIB ·

Bukan Soda, Siswa SD di Semarang Kini Racik Jamu


					Bukan Soda, Siswa SD di Semarang Kini Racik Jamu Perbesar

Delik, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Tren gaya hidup sehat kini merambah ke bangku sekolah dasar dengan cara yang unik. Alih-alih mengonsumsi minuman kekinian yang tinggi gula, ratusan siswa di Desa Delik, Kabupaten Semarang, justru diajak kembali ke akar budaya melalui pelatihan meracik jamu tradisional.

Inisiatif segar ini digawangi oleh mahasiswa KKN Kelompok 58 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Sebanyak 100 siswa dari SD 01 dan 03 Delik berkumpul di balai desa pada Jumat (14/2/2025) untuk mempraktikkan langsung pembuatan minuman kesehatan berbahan rempah lokal.

Sinergi Potensi Lokal dan Pendidikan
Kepala Desa Delik, Punadi S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, edukasi kesehatan yang berbasis potensi lokal adalah langkah strategis untuk membangun kemandirian desa.

“Kegiatan ini sangat tepat karena mengombinasikan peran mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, hingga UMKM dan petani. Inilah sinergi yang kita butuhkan untuk mengangkat potensi lokal secara nyata,” tutur Punadi dalam sambutannya.

Sejalan dengan itu, Kepala Sekolah SD 01 Delik, Aprillia Wenidar, berencana membawa semangat ini lebih jauh. Ia berniat menjadikan edukasi kreatif berbasis potensi desa sebagai agenda rutin bersama seluruh sekolah dasar di wilayah tersebut.

Belajar Meracik Kunyit Lemon
Pelatihan ini bukan sekadar teori. Siswa diajak berinteraksi langsung dengan para ahli dari rumah kreasi Aig Bunda Nisa. Budi Prasetyawan dan Sus Mulyati, duo penggerak UMKM rempah lokal, membimbing anak-anak meracik resep khusus: Kunyit Lemon.

Antusiasme terlihat saat para siswa mencoba mencampurkan perasan lemon dengan ekstrak kunyit. Fokus utama sesi ini adalah mengubah persepsi anak-anak bahwa jamu tidak selalu pahit, melainkan bisa menjadi minuman segar yang menyehatkan bagi pertumbuhan mereka.

Misi Besar di Balik Segelas Rempah
Program ini membawa misi besar untuk memerangi ketergantungan anak-anak terhadap makanan cepat saji dan minuman instan. Dengan mengenal manfaat rempah sejak dini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh tubuh yang sehat, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia.

Melalui segelas jamu kunyit lemon yang mereka buat sendiri, para siswa belajar bahwa solusi kesehatan berkualitas tidak harus mahal dan bisa ditemukan di kebun sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinyal dari Padang: Sekolah Harus Jadi Pabrik Inovasi Desa

27 Maret 2026 - 06:15 WIB

Emas Hijau Sidomulyo: Mengubah Pisang Pekarangan Menjadi Cuan

24 Maret 2026 - 18:32 WIB

Stop Kejar Setoran: PTN Harus Fokus Jadi Kampus Top Dunia

17 Maret 2026 - 22:59 WIB

Cara Menjadi Konsumen Cerdas Agar Tidak Tertipu Pedagang

15 Maret 2026 - 10:48 WIB

Pemerataan Hak Sekolah: Bedah Aturan Pendidikan di Pasaman

14 Maret 2026 - 10:58 WIB

Borok Program Makan Gratis Jombang: Gizi Buruk Hingga Suap

14 Maret 2026 - 10:20 WIB

Trending di PENDIDIKAN