Sumedang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Menjelang peringatan HUT RI ke-78, Karang Taruna Desa Jatiroke di Kecamatan Jatinangor menunjukkan cara berbeda dalam memaknai kemerdekaan. Bukan lewat perlombaan panjat pinang atau pawai semata, para pemuda ini turun tangan langsung merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Ibu Ecin di Dusun Jatisari, Jumat (11/8/2023).
Aksi nyata ini merupakan bentuk tamparan positif bahwa kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya beban pemerintah. Karang Taruna Jatiroke tidak hanya menyumbangkan tenaga kasar untuk kerja bakti, tetapi juga merogoh kocek untuk donasi material bangunan guna melengkapi anggaran dari pemerintah desa.
Ketua Karang Taruna Jatiroke, Uden Supriatna, menegaskan bahwa gerakan ini adalah manifestasi dari program kerja sosial yang progresif. Menurutnya, pemuda harus menjadi tulang punggung dalam mendorong standar hidup yang lebih baik bagi warga di lingkungan terkecil.
“Kami ingin menumbuhkan kepedulian generasi muda di bidang sosial. Sangat penting bagi anak muda untuk peka terhadap kondisi tetangganya dan peduli dengan sesama,” ujar Uden di sela-sela kegiatan rehabilitasi.
Filantropi Muda: Mediator Kebaikan di Desa
Menariknya, peran Karang Taruna di Desa Jatiroke telah bertransformasi menjadi lembaga filantropi lokal. Mereka kini memposisikan diri sebagai mediator tepercaya yang menghubungkan para donatur dengan warga yang membutuhkan. Selain bedah rumah, mereka secara konsisten menjalankan program “Jumat Berbagi” yang menyalurkan paket sembako kepada keluarga prasejahtera.
Uden menambahkan bahwa efektivitas program ini tidak lepas dari dukungan motivasi yang diberikan oleh Kepala Desa Jatiroke. Sinergi antara kebijakan desa dan energi militan dari kaum muda menciptakan ekosistem sosial yang sehat.
“Kami berharap ke depannya cakupan bantuan ini bisa lebih luas. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda desa adalah aset pembangunan yang produktif, bukan sekadar penonton,” imbuh Uden.
Langkah konkret pemuda Jatiroke ini memberikan pesan kuat bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika masyarakat kelas bawah, seperti Ibu Ecin, bisa tidur nyenyak di bawah atap yang kokoh. Inisiatif ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Sumedang untuk mengaktifkan peran sosial Karang Taruna demi mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat akar rumput.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.