Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Feb 2026 21:38 WIB ·

Bukan Bagi-Bagi Gratis: Prabowo Ubah Desa Nelayan Jadi Korporasi


					Presiden Prabowo Subianto (Biro Setpres) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto (Biro Setpres)

Jakarta [DESA MERDEKA] Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan besar di sektor kelautan dengan mengubah cara pemerintah memperlakukan nelayan. Tak lagi sekadar memberi bantuan cuma-cuma, pemerintah mulai tahun 2026 menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan terintegrasi yang dikelola melalui skema koperasi profesional.

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pembangunan 5.000 desa nelayan hingga 2029. Presiden menegaskan bahwa selama ini nelayan sering terpinggirkan, kesulitan akses solar, hingga tidak memiliki pabrik es untuk menjaga kesegaran tangkapan.

“Ini semua bukan hand out atau bagi-bagi gratis. Kita organisasi dalam koperasi. Semua fasilitas mulai dari pabrik es, cold storage, hingga kapal akan mereka bayar kembali ke bank dan pemerintah,” tegas Presiden Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Skema Kredit Longgar yang Adil
Sudut pandang menarik dari kebijakan ini adalah kesetaraan perlakuan. Presiden menekankan bahwa jika pengusaha besar bisa mendapatkan tenor kredit belasan tahun hingga restrukturisasi, maka nelayan pun berhak mendapatkan hal yang sama.

Pemerintah memberikan kelonggaran pengembalian investasi hingga 12 tahun. Skema ini dirancang agar tidak mencekik ekonomi warga pesisir, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab atas aset yang mereka kelola.

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Rentenir
Di sisi lain, percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih menjadi mesin utama penggerak ekonomi desa. Tak tanggung-tanggung, hampir 30.000 koperasi dan gudang kini dalam tahap pembentukan. Fasilitasnya lengkap:

  • Gudang dan cold storage untuk hasil bumi/laut.
  • Gerai kebutuhan pokok dan farmasi desa murah.
  • Layanan pembiayaan mikro bunga rendah untuk memutus rantai rentenir.

Optimalisasi Dana Desa untuk Produksi
Pendanaan program ambisius ini bersumber dari pengalihan Dana Desa agar lebih terstruktur dan produktif. Presiden ingin memastikan barang subsidi sampai langsung ke tangan rakyat tanpa kebocoran di tengah jalan.

Dengan menjadikan laut sebagai masa depan ekonomi, desa nelayan tidak lagi dianggap sebagai wilayah pinggiran yang kumuh, melainkan pusat pertumbuhan baru yang modern dan mampu bersaing secara global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar dan Dinas Perpustakaan Siapkan Program Tingkatkan Minat Generasi Muda ke Perpustakaan

22 April 2026 - 21:25 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM