Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 12 Sep 2024 08:37 WIB ·

Bersiap Jadi Garda Depan Program Makan Siang Gratis, Belajar dari Pengalaman BUMDES Cinggawang


					Bersiap Jadi Garda Depan Program Makan Siang Gratis, Belajar dari Pengalaman BUMDES Cinggawang Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] BUMDES Cinggawang, sebuah Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dipastikan dapat mengambil peran penting dalam program makan siang gratis yang akan diluncurkan pada tahun 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga sosial.

Tatang Nurdian, TPP sekaligus perwakilan dari BUMDES Cinggawang, menjelaskan bahwa pengalaman mereka dalam mengelola Program Makanan Tambahan (PMT) lokal menjadi modal berharga untuk menyukseskan program makan siang gratis. “Kami sudah terbiasa memantau dan mengevaluasi efektivitas program PMT, termasuk memastikan bahwa makanan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak yang kekurangan gizi,” ujar Tatang, melalui program cakap SDGs Desa episode 374.

Fokus pada Kualitas dan Efektivitas

Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah evaluasi yang berkelanjutan. BUMDES Cinggawang akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan bergizi dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Selain itu, mereka juga akan melibatkan penerima manfaat dalam proses evaluasi untuk mendapatkan masukan dan saran perbaikan.

“Kami akan mengevaluasi tidak hanya dari segi peningkatan berat badan anak-anak, tetapi juga dari segi kepuasan penerima manfaat terhadap layanan yang kami berikan,” tambah Tatang. “Jika ada masalah, kami akan segera mencari solusinya, misalnya dengan berkonsultasi dengan ahli gizi atau melakukan penyesuaian menu.”

Kemitraan yang Kuat

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, BUMDES Cinggawang akan menjalin kerja sama yang erat dengan tiga instansi utama, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial, untuk memastikan kelancaran program.

“Dinas Pendidikan akan memberikan data siswa yang berhak menerima manfaat, sementara Dinas Kesehatan akan memberikan arahan mengenai menu yang bergizi,” jelas Tatang. “Kami juga akan bekerja sama dengan lembaga sosial lainnya untuk memberikan dukungan yang diperlukan.”

BUMDES Cinggawang berharap program makan siang gratis ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan anak-anak dapat tumbuh sehat dan memiliki prestasi belajar yang lebih baik.

“Kami sangat antusias dengan program ini,” ujar Tatang. “Kami yakin dengan kerja sama yang baik, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM