Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMERINTAHAN · 23 Jan 2026 05:30 WIB ·

Benteng Desa: Mendes Yandri Lawan Narkoba Lewat Ekonomi Produktif


					Benteng Desa: Mendes Yandri Lawan Narkoba Lewat Ekonomi Produktif Perbesar

Lahat, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, membawa pesan darurat dari Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Dalam acara Akselerasi Asta Cita Presiden RI, Kamis (22/1/2026), ia menegaskan bahwa narkoba kini bukan lagi masalah perkotaan, melainkan ancaman nyata yang telah menyusup hingga ke pelosok dusun.

Sudut pandang menarik yang ditawarkan Kemendes PDT dalam perang ini bukan sekadar sosialisasi kaku, melainkan melalui pendekatan “Kesibukan Positif”. Mendes PDT meluncurkan strategi melawan narkoba dan judi online dengan menyulap desa menjadi pusat ekonomi produktif melalui Program Desa Tematik.

“Narkoba menyelinap tanpa kita sadari ke dusun-dusun. Ini lampu kuning. Cara kita menjawabnya adalah dengan hal-hal positif yang menghasilkan ekonomi bagi warga,” tegas Yandri Susanto di GOR Bukit Tunjuk.

Ekonomi Sirkular sebagai Penawar Narkoba
Logika yang dibangun adalah: warga yang sibuk berinovasi dan memiliki penghasilan stabil cenderung memiliki ketahanan lebih kuat terhadap pengaruh negatif. Melalui 12 Program Prioritas, Kemendes PDT mendorong lahirnya:

  • Desa Ikan Nila, Ayam Petelur, dan Desa Daging: Diproyeksikan sebagai pemasok utama program Makan Bergizi Gratis.
  • Desa Wisata dan Desa Ekspor: Menciptakan lapangan kerja lokal agar generasi muda tetap produktif di tanah kelahiran mereka.

Program ini menciptakan efek ekonomi sirkular yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga secara otomatis menutup ruang gerak peredaran gelap narkoba karena lingkungan sosial yang lebih terjaga.

Ancaman Narkoba dalam Kemasan Baru
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa narkoba kini telah bermutasi bentuk. Tidak lagi sekadar ganja atau sabu konvensional, barang haram tersebut kini ditemukan dalam bentuk:

  • Liquid Vape
  • Minuman kemasan sachet

“Anak muda usia 16-35 tahun harus memiliki literasi yang kuat. Kami sangat mengapresiasi para kepala desa yang telah menyiapkan relawan anti-narkoba di garda terdepan,” ujar Komjen Suyudi.

Deklarasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) ini menjadi komitmen lintas sektoral. Kehadiran berbagai tokoh seperti Wakil Gubernur Cik Ujang dan jajaran DPR RI menandakan bahwa perlindungan desa dari ancaman narkotika adalah investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN