Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Barat yang bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kini tidak lagi berjarak dengan rutinitas harian warga, termasuk bagi masyarakat di tingkat nagari atau desa.
Memasuki Ramadan 1447 H, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Barat memotong jalur birokrasi jarak dan waktu lewat program tematik Sajadah (Samsat Jum’at Beribadah) dan Sambako (Samsat Manjalang Babuko). Langkah inovatif ini memanfaatkan momentum tingginya aktivitas ibadah dan sosial masyarakat selama bulan suci agar kewajiban pajak tetap tertunaikan tanpa mengorbankan kekhusyukan Ramadan.
Kepala Bapenda Sumbar, H. Al Amin, S.Sos, MM, menegaskan di Padang, Senin (9/2/2026), bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab memastikan pelayanan publik tetap berjalan adaptif dan humanis. Melalui skema ini, petugas Samsat menjemput bola langsung ke titik konsentrasi massa.
Layanan Sajadah akan beroperasi secara mobile di area rumah ibadah menjelang dan setelah salat Jumat. Sementara itu, layanan Sambako akan hadir di pusat-pusat keramaian tempat warga berburu takjil atau menjelang waktu berbuka puasa.
Inovasi musiman ini memperkuat ekosistem kanal pembayaran PKB yang sudah ada di Sumatera Barat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, PKB merupakan salah satu pilar utama pendapatan daerah untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang manfaatnya kembali ke masyarakat.
Sebelumnya, akses pembayaran sejenis telah tersebar mulai dari kantor Samsat induk, bus Samsat Keliling, Samsat Gerai di mal, Drive Thru, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga aplikasi digital SIGNAL untuk pembayaran daring tahunan.
Bagi masyarakat pedesaan, kehadiran layanan tematik Ramadan ini menjadi komplemen penting bagi keberadaan Samsat Nagari yang selama ini beroperasi di tingkat desa dan kecamatan. Integrasi layanan daring dan fisik di lokasi-lokasi strategis keagamaan serta ekonomi ini diharapkan mampu mengoptimalkan kepatuhan wajib pajak, sekaligus memastikan roda pembangunan daerah terus bergerak dari kota hingga ke pelosok nagari.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.