Gorontalo Utara [DESA MERDEKA] – Bencana banjir masih melanda masyarakat Dusun Buade, Desa Didingga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, hingga Jumat (4/4/2025). Bencana ini telah berlangsung selama sepekan, tepatnya sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada 28 Maret lalu.
Menurut Ramin Daniali, tokoh masyarakat sekaligus anggota Komunitas Adat Terpencil (KAT) Desa Didingga, curah hujan yang tinggi secara terus-menerus menjadi penyebab utama banjir. Selain itu, jebolnya sejumlah bronjong dan tanggul sungai memperparah situasi, mengakibatkan air meluap dan merendam pemukiman warga.
“Sejak tanggal 28 Maret, banyak harta benda masyarakat kami yang hanyut terbawa arus sungai,” ungkap Ramin dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Ramin menyampaikan bahwa hingga saat ini, bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi belum mencapai Desa Didingga. Masyarakat setempat sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk segera mengatasi dampak banjir dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.
“Harapan besar kami kepada Pemerintah Kabupaten dan Provinsi agar segera mengambil tindakan, terutama dalam penanganan tanggul sungai yang jebol,” tegasnya.
Ramin menjelaskan bahwa total terdapat 55 rumah yang berada di permukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Buade yang terdampak banjir, bahkan beberapa di antaranya hanyut. Selain Desa Didingga, banjir juga melanda desa-desa tetangga seperti Bualo, Omuti, hingga Biau.
“Kondisi banjir di wilayah kami masih belum surut hingga hari ini,” pungkas Ramin, menggambarkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi warga Desa Didingga dan sekitarnya. Masyarakat kini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan segera dari pihak terkait untuk memulihkan kondisi desa mereka pasca-bencana.
Redaksi Desa Merdeka
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.