Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan dukungan pemulihan melalui bantuan kemanusiaan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Bantuan ini difokuskan untuk menjaga ketahanan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang berada di wilayah terdampak maupun lokasi pengungsian.
Melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, bantuan senilai Rp87.500.000 diserahkan langsung kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Istana Gubernuran Sumbar pada Jumat (26/12/2025). Agenda ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pangan Sumbar, Iqbal Ramadipayana, serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar.
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah pusat dalam mendukung upaya pemulihan di daerah. Menurutnya, pemenuhan nutrisi adalah aspek krusial yang harus berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur pascabencana.
“Bantuan ini sangat berarti. Selain pemulihan fisik, pemenuhan gizi menjadi faktor penting agar masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia, tetap sehat dan kuat selama masa pemulihan,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk melakukan penyaluran bantuan secara transparan dan tepat sasaran. Mahyeldi menginstruksikan BPBD dan perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi secara intensif agar distribusi logistik gizi ini sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Di sisi lain, Kepala KPPG Pekanbaru, Sartiwidya, menyatakan bahwa sinergi antara Badan Gizi Nasional dengan pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam penanganan darurat bencana. Ia berharap bantuan ini mampu menjadi suplemen kesehatan bagi warga agar tidak mengalami penurunan kondisi fisik selama tinggal di pengungsian.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi. Harapannya, bantuan ini dapat didistribusikan secara merata sehingga ketahanan gizi warga pascabencana tetap terjaga dengan baik,” kata Sartiwidya.
Dengan adanya suntikan bantuan ini, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera pulih, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan gizi di tengah situasi darurat yang melanda Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.