Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Menjelang peringatan HUT RI ke-79, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar. Setiap abdi negara diwajibkan mengibarkan bendera Merah Putih di kediaman masing-masing selama satu bulan penuh sebagai simbol penghormatan atas darah dan keringat para pahlawan.
Instruksi ini bukan sekadar imbauan administratif. Mahyeldi menegaskan bahwa pengibaran bendera adalah wujud nyata nasionalisme yang harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga para pejabat negara. Hal tersebut disampaikan dalam momentum refleksi spiritual pada acara Subuh Mubarak di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (4/8/2024).
“Momen ini sangat penting untuk menghargai perjuangan pahlawan yang telah berkorban nyawa demi kemerdekaan. Dahulu, mengibarkan Merah Putih itu taruhannya nyawa; sekarang kita hanya perlu memasangnya di halaman rumah,” ujar Mahyeldi di hadapan para jemaah.
Transformasi Nasionalisme Lewat Makna Hijrah
Sudut pandang menarik muncul dalam tausiah Ustaz Muhammad Iqbal pada acara yang sama. Ia mengaitkan kewajiban pengibaran bendera dengan hakikat “hijrah” atau berpindah menuju kondisi yang lebih baik. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia adalah perjalanan panjang yang sarat nilai luhur yang selaras dengan semangat perbaikan diri.
“Mari kita berhijrah menuju kebaikan dan kebenaran melalui momentum kemerdekaan ini,” ajak Ustaz Iqbal. Baginya, nasionalisme dan religiusitas adalah dua hal yang saling menguatkan dalam membangun karakter bangsa yang kokoh.
Ujung Tombak Keteladanan Masyarakat
Dengan mewajibkan seluruh ASN memasang bendera selama Agustus, Pemprov Sumbar ingin menciptakan efek domino keteladanan bagi warga sipil lainnya. ASN diharapkan menjadi motor penggerak agar semangat patriotisme kembali membara di setiap sudut gang dan komplek perumahan di Sumatera Barat.
Melalui instruksi ini, bulan Agustus di Sumatera Barat diproyeksikan akan menjadi bulan “Merah Putih” secara total, di mana setiap jengkal pemukiman ASN akan menjadi pengingat visual bagi masyarakat tentang harga sebuah kemerdekaan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.