Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 14 Jan 2026 12:14 WIB ·

Aksi “Geber” Motor Warga Wonodadi Lumpuhkan Pembangunan di Lapangan


					Seorang anggota TNI dari Koramil Wonodadi memberi isyarat tangan kepada pengunjuk rasa yang menggeber mesin sepeda motor di depan Kantor Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Selasa (13/1/2026) (Dok. Warga Wonodadi) Perbesar

Seorang anggota TNI dari Koramil Wonodadi memberi isyarat tangan kepada pengunjuk rasa yang menggeber mesin sepeda motor di depan Kantor Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Selasa (13/1/2026) (Dok. Warga Wonodadi)

Blitar, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Lapangan desa sering kali dianggap sekadar tanah lapang, namun bagi warga Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar, area ini adalah “napas” ruang publik yang tak boleh diganggu gugat. Sebuah kebijakan pembangunan kantor dan gerai Koperasi Merah Putih di area tersebut terpaksa dihentikan setelah ratusan warga melakukan aksi protes kreatif pada Selasa (13/1/2026).

Alih-alih sekadar berorasi, lebih dari seratus warga mendatangi kantor desa dengan “orkestra” suara mesin sepeda motor. Aksi menggeber gas ini menjadi simbol kegelisahan warga terhadap keputusan sepihak pemerintah desa. Protes ini bukan tanpa alasan; material bangunan berukuran 7 x 30 meter mulai masuk ke lapangan, mengancam hilangnya area olahraga, bazar, hingga pasar malam.

Musyawarah yang Dinilai “Senyap”

Akar persoalan ini terletak pada klaim transparansi. Tokoh warga, Imam Rohman alias Bondet, mengungkapkan bahwa musyawarah desa (Musdes) yang digelar beberapa bulan lalu bersifat tidak terbuka. Akibatnya, mayoritas warga baru menyadari dampaknya saat fondasi mulai digali di tengah lapangan.

“Kami tidak menolak keberadaan koperasinya, tapi lokasinya jangan di lapangan. Lapangan itu ruang publik vital bagi kami,” tegas Imam kepada awak media. Menurutnya, pemanfaatan lapangan untuk bangunan fisik permanen akan mematikan fungsi sosial lahan tersebut dalam jangka panjang.

Solusi “Patungan”: Bukti Loyalitas Warga

Ketegangan sempat memuncak ketika sejumlah personel TNI dari Koramil Wonodadi harus turun tangan menenangkan pengunjuk rasa yang terus menggeber mesin motor. Namun, aksi ini berakhir dengan kemenangan diplomasi masyarakat. Melalui dialog yang difasilitasi Camat dan Danramil, Kepala Desa Wonodadi, Mahmudi, akhirnya menyerah dan menyepakati tuntutan warga untuk memindahkan lokasi pembangunan.

Menariknya, warga tidak hanya menuntut tetapi juga menawarkan solusi konkret. Mereka mengusulkan pembangunan dipindah ke tanah kas desa di dekat kantor kecamatan. Saat pemerintah desa mengeluhkan tingginya biaya pengurukan tanah di lokasi baru tersebut, warga menyatakan kesiapannya untuk membantu mencarikan dana tambahan.

“Tadi Pak Kades bilang butuh banyak tanah urug. Kami warga siap membantu mencarikan tambahan dana untuk itu, asalkan lapangan tetap kosong,” tambah Imam.

Langkah ini menunjukkan sudut pandang baru dalam konflik lahan desa: warga tidak anti-pembangunan, mereka hanya menuntut pelibatan aktif dalam menjaga identitas ruang publiknya. Lokasi baru bangunan Koperasi Merah Putih ini akan diputuskan kembali melalui musyawarah desa yang lebih inklusif dalam waktu dekat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jangan Salahkan Lahan: Masyarakatnya yang Tidur, Bukan Tanahnya!

25 April 2026 - 17:21 WIB

Kursi Panas BPD Bantarjaya: Sayiban Mardiansyah Siap Gebrak Dusun 3

25 April 2026 - 16:40 WIB

Bukan Sekadar Jabatan, Pemilihan BPD Bantarjaya Jadi Ajang Pembuktian

25 April 2026 - 15:28 WIB

Kades Loleo Menghilang, Warga Geruduk DPMD Halmahera Selatan

24 April 2026 - 19:06 WIB

TNI Bangun Rumah Layak di Perbatasan Desa Malaka

24 April 2026 - 17:13 WIB

Digitalisasi Aspirasi: Suparman Siap Kawal Transparansi BPD Bantarjaya

24 April 2026 - 12:34 WIB

Trending di DESA