Lebak, Banten [DESA MERDEKA] – Masa depan desa-desa di Kabupaten Lebak mulai ditentukan di meja ujian. Empat bakal calon bupati (bacabup) Lebak resmi menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu (29/5/2024). Tahapan krusial ini menjadi ajang bagi para kandidat untuk memaparkan rencana strategis mereka dalam memajukan daerah, termasuk pembangunan di akar rumput.
Keempat tokoh yang bertarung memperebutkan restu PKB tersebut adalah KH. Syaepudin Asy Syadizly, Hasbi Asidiqi Jayabaya, Dede Supriadi, dan Akhmad Jajuli. Ketua DPC PKB Lebak, Acep Dimyati, menegaskan bahwa proses ini bertujuan mencari pemimpin yang kompeten dan sejalan dengan visi partai untuk periode 2025-2030.
Uji Kompetensi Calon Nakhoda Daerah
Dalam sesi UKK, para kandidat memaparkan visi-misi yang akan menjadi landasan kebijakan pembangunan Lebak ke depan. Fokus utama PKB adalah mengidentifikasi sosok yang mampu mengeksekusi rencana strategis daerah secara efektif. Hasil uji ini nantinya akan menjadi pertimbangan final DPP PKB dalam menerbitkan rekomendasi resmi pencalonan.
Salah satu kandidat, KH. Syaepudin Asy Syadzily, menyatakan optimismenya setelah menjalani tes di depan penguji, Hj. Chusnuniya Chalim. Sebagai Ketua PCNU Lebak, ia merasa memiliki kedekatan ideologis yang kuat dengan partai. “Tadi di dalam saya hanya mendapat sedikit pertanyaan dan lebih banyak arahan. Saya yakin dengan keseriusan pencalonan ini,” tuturnya.
Mencari Pemimpin yang Mengerti Akar Rumput
Proses penjaringan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya menyaring calon bupati yang paham akan kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak yang didominasi wilayah perdesaan. Kompetensi calon pemimpin dalam mengelola potensi daerah menjadi poin utama yang digali oleh tim penguji pusat.
Pilkada Lebak 2024-2029 diprediksi akan menjadi babak baru bagi perubahan tata kelola wilayah. Melalui mekanisme UKK ini, PKB berupaya memastikan bahwa tiket pencalonan jatuh ke tangan figur yang siap membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan warga, mulai dari pusat kota hingga ke pelosok desa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.